YOGYAKARTA, iNews.id - Bandara Internasional Yogyakarta (Yogyakarta International Airport/YIA) di Kabupaten Kulonprogo, DIY, memiliki peran strategis bagi perekonomian Yogyakarta maupun nasional.
Kehadiran bandara ini, tidak hanya menyelesaikan permasalahan keterbatasan Bandara Adisutjipto, namun juga menjadi pintu utama masuknya wisatawan asing ke Indonesia.
“Jadi bandara ini akan menjadikan DIY lebih istimewa," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi dalam Forum Group Discusion (FGD) yang Yogyakarta, Jumat (13/12/3019).
Bandara YIA, kata Faik, akan menyelesaikan banyak hal yang selama ini berlarut-larut dan tidak terselesaikan. Mulai tidak tercapainya kunjungan turis asing, menghambat transportasi udara ke tempat lain hingga alasan keamanan penerbangan dan kepadatan penerbangan di Adisutjipto, Yogyakarta.
“Adisutjipto itu sudah tidak memadai, dari kapasitas 1,7 juta penumpang per tahun saat ini sudah 8,4 juta penumpang,” kata Faik.
Semestinya, kehadiran bandara YIA, ini sudah harus ada pada 5 atau 10 tahun yang lalu. Karena kepadatan penerbangan, menjadikan setiap akhir pekan, penerbangan ke Yogyakarta harus tertahan di atas DIY. Hal ini menjadikan unsur keamanan dan keselamatan penerbangan menjadi tidak maksimal.
Bandara YIA, memiliki panjang runway hingga 3.250 meter, sehingga bandara ini bisa didarati pesawat berukuran besar. Hal ini menjadi daya tarik bagi sejumlah maskapai dari luar negeri tertarik membuka rute penerbangan langsung ke YIA.
“Kalau banyak maskapai asing pertumbuhan ekonomi akan semakin bagus, turis asing juga meningkat,” kata Faik.
Dia mengatakan, Presiden Jokowi menargetkan kunjungan turis asing di Yogyakarta sebanyak 20 juta orang per tahun. Namun belakangan ini turis asing semakin tidak tampak. Mereka yang datang ke Indonesia masuk melalui Bali dan Jakarta.
Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I Devi Suradji mengatakan saat ini Bandara YIA sudah melayani rute penerbangan domestik. Setidaknya sudah ada 34 izin yang diberikan kepada empat maskapai, Lion Air, Batik Air, Garuda dan Citilink. Kedepan ada sekitar 170 penerbangan yang akan dipindah dari Adisutjipto ke YIA.
“Target kita pada 29 April bandara ini sudah full operation, baik domestik maupun internasional,” ucapnya.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait