YOGYAKARTA, iNews.id – Gunung Merapi terus mengalami peningkatan aktivitas vulkanis. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat, Merapi mengeluarkan tujuh Kali awan panas guguran mengarah ke hulu Kali Gendol, sepanjang Sabtu (2/3/2019) dini hari.
Kepala BPPTKG Hani Humaida mengatakan, awan panas guguran itu terpantau pada pukul 04:51 WIB, 04:54 WIB, 05:03 WIB, 05:07 WIB, 5:10 WIB, 5:33 WIB , dan 5:40 WIB. Sementara untuk Jarak luncurnya mencapai 800 meter hingga 2 Kilometer (Km).
"Awan panas guguran ini memiliki amplitudo 52-69 mm dan durasi 56 hingga 190 detik," ujarnya, Sabtu (2/3/2019).
Dia menjelaskan, pengamatan sejak pukul 00.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB, secara meteorologi cuaca di puncak Gunung Merapi cerah dan berawan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat daya dan barat. Suhu udara tercatat 16-20.5 °C dengan kelembaban udara 65-99 % dan tekanan udara 836-943 mmHg.
"Kami harap warga di sekitar Merapi mewaspadai kemungkinan hujan abu dan menyediakan masker," katanya.
Kendati terus mengeluarkan awan panas guguran, namun BPPTKG masih menetapkan Merapi pada status Waspada atau level II.
Beberapa rekomendasi yang dikeluarkan yakni melarang kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana. Radius 3 Km, dari puncak Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk.
Masyarakat yang tinggal di alur Kali Gendol juga diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Merapi. Terutama saat terjadi hujan karena dapat memicu terjadinya banjir lahar.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait