BANTUL, iNews.id - Induk Koperasi Unit Desa (Inkud) memberikan kemudahan bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ada di Kabupaten Bantul untuk bangkit. Mereka menyediakan modal usaha dengan memasok produk yang dibutuhkan UMKM dengan harga murah.
Usaha membangkitkan UMKM ini dilakukan Inkud bekerja sama dengan Jaringan Logistik Indonesia (JLI). Di kabupaten Bantul, mereka menggandeng KUD Tri Upoyo yang ada di Kapanewon Banguntapan.
Direktur Utama Unit Koperasi Induk Desa (Induk KUD), Portasius Nggedi mengatakan, UMKM bisa membeli produk tanpa modal. Sistem pembayaran dilakukan di belakang setelah dua minggu. Barang-barang yang dibutuhkan UMKM tersedia di gudang KUD dengan harga lebih murah dari yang ada di pasaran.
“Harga kita lebih murah karena langsung dari pabrik. Pedagang akan lebih untung karena membayarnya setelah dua pekan atau terjual,” kata Nggedi, pada peresmian kerjasam Inkud dan JLI di KUD Tri Upoyo, Senin (31/5/2021).
Pelaku UMKM bisa mengakses usaha tanpa modal ini dengan di website www.linistore.id untuk melakukan pendaftaran. Setelah itu, tim survey akan mendatangi lokasi tempat usaha. Jika permohonan disetujui maka mitra UMKM sudah bisa memesan sejumlah produk untuk diambil di gudang KUD.
“Pemesanan dilakukan secara daring dengan aplikasi, dan tinggal ambil,” katanya.
Pedagang juga tidak akan dibebani dengan produk yang diambil. Jika tidak laku bisa dikembalikan ke gudang, sehingga produk yang dipesan bisa menyesuaikan kebutuhan pasar.
“UMKM hanya perlu tempat usaha, Kami yang siapkan modal untuk mereka jual,” katanya.
Program digitalisasi KUD ini juga akan dikembangkan di daerah lain. Setidkanya ada 9.000 KUD yang akan diajak berkolaborasi.
Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait