Seorang perajin di Kotagede, Yogyakarta menyelesaikan pesanan ukiran helm berbahan tembaga. (foto: iNews.id/Trisna Purwoko)

YOGYAKARTA, iNews.id – Pandemi Covid-19 telah mengakibatkan perajin tembaga dan kuningan di Kotagede, Yogyakarta terpuruk. Mereka sulit bertahan karena minimnya pesanan. Kini mereka melakukan inovasi produk dengan membuat kreasi mengikuti selera konsumen.

Sebelum masa pandemi Covid-19, para perajin banyak mendapatkan pesanan dari sejumlah perkantoran dan lembaga. Salah satunya ukiran logo dan nama kantor dengan bahan kuningan atau tembaga. Produk ini banyak dipasang di halaman kantor. Namun pesanan berukuran besar seperti itu sudah tidak ada lagi.

Agar tetap bertahan, para perajin di bawah sanggar Uri-Uri Kriya Logam melakukan inovasi. Mereka mencoba membuat ukiran hiasan dinding, wayang dan berbagai produk lain dengan ukuran yang kecil. Alhasil usaha ini secara pelan mulai ada hasilnya. 

“Sekarang kami produksi yang kecil-kecil mengikuti pesanan pasar,” kata Lukiantoro (25) salah satu perajin.

Lukiantoro mengatakan, perajin kini mengikuti selera dari pasar. Perajin akan akan banyak mengikuti keinginan konsumen. Produk yang dibuat juga lebih fleksibel, sesuaai pesanan. Dari ukuran wayang untuk hiasan, dinding, helm hingga pernak-pernik hiasan lainnya. 

Perajin juga dituntut untuk lebih maju dan menguasai teknologi internet. Hal ini banyak dilakukan untuk memasarkan produk ke luar daerah. Kini banyak pesanan dari berbagai daerah di Indonesia secara online.

“Kalau pasar konvensional sudah sulit, kami coba pasarkan secara online,” katanya. 
 
 


Editor : Kuntadi Kuntadi

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network