Dua alat berat mulai didatangkan untuk menggarap proyek bandara baru Yogyakarta atau NYIA di Kulonrpogo. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) atau dikenal dengan Jalan Daendels yang membentang di Kabupaten Kulonprogo akan ditutup.

Penutupan rencananya dilakukan mulai Selasa (6/3/2018) seiring rencana pembangunan fisik bandara baru Yogyakarta atau New Yogyakarta International Airport (NYIA) akan dilaksanakan.

General Manager Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Agus Pandu Purnama mengatakan penutupan JJLS ini menjadi salah satu bagian dalam proses pembangunan Bandara NYAI.

Namun kepastian kapan penutupan, belum bisa dipastikan dalam wkatu dekat. Penutupan kapan masih akan dikomunikasikan dalam rakor dengan berbagai pihak terkait. “Penutupan ini masih wacana,” kata Agus Pandu.

Dia mengatakan, dari hasil rapat koordinasi dengan kepolisian dan Pemkab Kulonprogo pada akhir pekan lalu, memang akan ditutup pada Selasa. Lantaran masih ada beberapa koordiasi penutupan akan ditunda terlebih dulu.

Menurut Agus, penutupan ini untuk mejamin percepata pembanguna bandara. Tujuanya agar selama proses kegiatan pembanguna tidak terganggu. Sebab, lokasi bandara sesuai Izin Penetapan Lokasi (IPL) akan menggunakan sebagian JJLS.

Sehingga, ketika proses pembangunan jalur tidak ditutup, dikhawatirkan akan mengganggu proses pembangunan. “Sebagian jalan (JJLS) ini masuk landside untuk terminal,” ucapnya.

Penutupan jalan ini nantinya akan lebih difokuskan pada area di area bandara. Di mana lokasi yang ada sebenarnya sudah diberikan pagar keliling. Tinggal tersisa pada lahan yang berada di bahu jalan JJLS Saja. Sehingga nantinya masyarakat sekitar tetap bisa mengakses jalur ini, kecuali di wilayah IPL bandara.

“Kita juga tengah mencari solusi atas dampak penutupan jalan itu. Rakor terus dilakukan untuk mematangkan rencana ini,” katanya.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo bisa mengerti dengan wacana penutupan JJLS. Dia menjamin penutupan jalan tersebut tidak akan mengganggu akses pereonomian warga. Sebab, hanya wilayah dan lokasi bandara saja yang akan ditutup.

Sedang jalan di luar lokasi tetap bisa dilalui dan diakses warga. “Yang penting ada sosialisasi kepada masyarakata secara matang dan konsisten,” ucapnya.

Penutupan ini, tidak bisa dihindari lagi. Proyek pembangunan bandara juga dideadline oleh waktu. Saat ini pemrakarasa dalam hal ini PT Angkasa Pura I, terus dikejar waktu. Mereka harus menguruk lahan dan pemadatan lahan untuk runway mendesak dilakukan. “Yang penting masalahnya apa bisa dicari titik temunya,” tuturnya.


Editor : Kastolani Marzuki

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network