KULONPROGO, iNews.id – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Kulonprogo mengalami peningkatan. Selama 2020 sudah ada 340 kasus dan tiga di antaranya meninggal dunia.
“Tahun lalu hanya 296 kasus dan ini sudah ada 340, tiga yang meninggal,” Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo Baning Rahayuhati, Rabu (16/12/2020).
Baning mengatakan, Dinas Kesehatan sudah mengeluarkan surat kewaspadaan DBD kepada seluruh puskesmas untuk mengantisipasi penambahan kasus ini. Salah satunya dengan menggalakkan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
“Program PSN sudah mulai ditinggalkan dan kami minta puskesmas untuk menyosialisasikan lagi,” kata Baning.
Selain PSN, puskesmas juga diberikan tugas tambahan untuk mengaktifkan lagi program satu rumah satu juru pemantau jentik (jumantik). Mereka akan melakukan pemantauan dari setiap rumah. Tugas Jumantik ini untuk memberantas sarang nyamuk yang ada di tempat umum.
“Pemberantasan ini akan efektif jika dimulai dari setiap keluarga,” katanya.
Baning mengingatkan agar masyarakat untuk mewaspadai pola tiga tahunan DBD. Kasus tinggi pernah muncul pada 2017 silam dengan tiga kasus kematian. Jika ada anak-anak yang demam dengan siklus pelana kuda, agar segera dibawa ke layanan medis.
Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait