YOGYAKARTA, iNews.id - Kebakaran hebat melanda pusat oleh-oleh Hamzah Batik di kawasan wisata Malioboro, Yogyakarta, Senin (28/9/2026) dini hari. Api dengan cepat membesar dan melahap bagian atas bangunan pertokoan hingga membuat petugas mengerahkan belasan armada pemadam kebakaran.
Kebakaran Hamzah Batik Malioboro diketahui warga sekitar sekitar pukul 01.30 WIB. Dari keterangan warga, kobaran api pertama kali terlihat dari lantai dua bangunan sebelum kemudian merembet dan membesar ke bagian lainnya.
Ketua RW 2 Ngupasan, Denny Wibisono, yang wilayahnya berada tepat di belakang Hamzah Batik, mengatakan warga sempat mendengar suara letupan di sekitar rumah. Saat dicek, api sudah terlihat menyala di area dapur lantai tiga.
Denny mengatakan warga kemudian berupaya melakukan langkah pencegahan agar kobaran api tidak menjalar ke permukiman yang berada di sekitar lokasi. Warga juga membantu menyiram di area rumah yang berdekatan dengan bangunan Hamzah Batik.
"Kebetulan yang terjadi kebakaran di Mirota Batik atau Hamzah Batik itu adalah kebetulan memang wilayah kami. Tadi sekitar sekira jam 1.30 itu terjadi kebakaran hebat yang melanda di Hamzah Batik," ujarnya, Senin (28/9/2026).
Besarnya kobaran api membuat petugas keamanan segera melaporkan kejadian tersebut kepada pemadam kebakaran dan Polsek Gondomanan. Tidak lama kemudian, petugas Damkar Kota Yogyakarta, kepolisian, serta tim medis PSC 119 tiba di lokasi untuk melakukan penanganan.
Denny menyebut warga di sekitar lokasi juga mengambil langkah antisipasi untuk melindungi rumah mereka dari kemungkinan rambatan api. Upaya tersebut dilakukan karena posisi permukiman cukup dekat dengan bangunan yang terbakar.
"Kebetulan rumah kami memang persis di sebelah Hamzah Batik, nah kami juga elakukan tindakan preventif untuk memadamkan api di sekitaran rumah kami agar tidak menyebar ke mana-mana, kira-kira seperti itu karena memang kebakarannya cukup besar tadi," katanya.
Proses pemadaman berlangsung intensif dengan mengerahkan 12 unit mobil pemadam kebakaran gabungan. Petugas juga mendapat dukungan satu unit water cannon Polresta Yogyakarta dan satu truk pemadam kebakaran milik TNI.
Selain itu, sejumlah warga turut melakukan penyiraman secara preventif untuk mencegah api menjalar ke permukiman padat di sekitar lokasi. Aliran listrik di sekitar bangunan juga dipadamkan untuk mengantisipasi bahaya korsleting selama proses penanganan.
Petugas Damkar Mako Kota Yogyakarta Dipoyono mengatakan saat tim tiba di lokasi, api sudah membesar dan merembet dari lantai paling atas menuju lantai di bawahnya.
"Kalau kronologinya, kita tadi dapat laporan, api sudah besar di lantai paling atas. Waktu kita ke TKP sudah, sampai ke TKP itu sudah api sudah besar sekali. Sudah merembet ke lantai dua dari atas," ujarnya.
Petugas kemudian melakukan penyisiran di sejumlah bagian bangunan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali. Proses tersebut dilanjutkan dengan pendinginan untuk menghilangkan bara yang masih tersisa.
"Belum, ini masih kita menyisir untuk bara-bara api, kita cairkan dulu untuk bara-bara api. Nanti kalau sudah selesai, sudah menghijau kita baru bisa berhenti," katanya.
Besarnya kebakaran membuat penanganan melibatkan petugas dari sejumlah wilayah. Selain personel Pos Mojo dan Mako Damkar Kota Yogyakarta, bantuan juga datang dari Damkar Bantul, Sleman, UGM, TNI, serta sejumlah pihak terkait.
"Semua yang dari Pos Mojo maupun dari Mako itu semua diterjunkan. Ada 4 regu diterjunkan, dan dari Bantul, Sleman, kita datang membantu, dari UGM sudah membantu, dari tentara dan dari pihak terkait juga membantu," ucapnya.
Petugas menduga kebakaran Hamzah Batik Malioboro dipicu arus pendek listrik. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam penanganan petugas.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, kebakaran mengakibatkan kerusakan cukup besar pada bangunan dan menimbulkan kerugian material yang ditaksir cukup besar.
Setelah berjibaku memadamkan api selama beberapa jam, petugas berhasil mengendalikan kobaran sekitar pukul 04.45 WIB. Proses penanganan kemudian dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu api.
Petugas mengimbau masyarakat rutin memeriksa kondisi instalasi dan kabel listrik di bangunan masing-masing. Pemeriksaan berkala dinilai penting untuk mengantisipasi korsleting yang dapat memicu kebakaran.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait