Herdiana Dewi Utari warga Tirtonirmolo, Bantul menunjukkan produk makanan dan minuman herbal yang diproduksi. (foto: iNews.id/Kuntadi)

YOGYAKARTA, iNews.id – Produk minuman herbal kini semakin digemari konsumen untuk pengobatan alternatif. Produk ini banyakmembanjiri pasar domestik hingga ke manca negara.
 
Salah satu produk herbal ini dikembangkan Herdiana Dewi Utari warga Tirtonirmolo, Bantul dengan brand Dewiti. Pemilik CV Dewi Makmur ini kini memiliki banyak produk makanan dan minuman herbal yang digemari pasar. 
 
“Saya mulai bisnis ini pada tahun 2008,” kata Herdiana, saat menerima kunjungan #YukExplore UMKM Indonesia ke-2 tahun 2022 dari Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), Senin (11/4/2022). 
 
Pada awal usaha, Herdiana hanya memproduksi teh rosela yang mengikuti trend rosela saat itu. Dengan tekad yang bulat dia mencoba membuat racikan teh rosela sebagai minuman herbal yang memiliki khasiat untuk kesehatan. Tanpa disangka produk ini cukup diminati pasar sehingga membuatnya semakin mantap menekuni bisnis minuman herbal. 
 
Seiring perkembangan pasar yang semakin luas, dia terus melakukan inovasi, dengan membuat beberapa varian lain sesuai permintaan konsumen. Mulai dari teh kulit manggis, Teh Daun Sirsak, Teh Jati Cina, Angkak, Wedang Uwuh, Teh Sarang Semut, Teh Daun Kelor dan Teh Sereh Wangi.
 
Usaha ini semakin berkembang setelah menjadi mitra binaan dari YDBA pada tahun 2017. Dia mendapatkan pendampingan dan pelatihan, mulai dari Pelatihan Basic Mentality, Pembukuan Sederhana, Manajemen Keuangan, Manajemen Pemasaran, Digital Marketing, Design Packaging, Pelatihan dan Pendampingan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin), Pelatihan HRD serta beberapa program fasilitasi pembiayaan dan pemasaran yang difasilitasi YDBA.
 
Materi dalam pelatihan inipun diaplikasikan dalam usahanya. Mulai dari menyusun struktur dan visi, misi perusahaan, SOP, hingga implementasi 5R hingga pengemasan. Tidak hanya itu, duia juga mengikuti kemajuan teknologi informasi dengan membuat konten digital marketing melalui sosial media maupun website. 
 
“Saat pandemi penjualan kami meningkat karena produk herbal digemari masyarakat untuk imunitas dan itu kebanyakan dari pemasaran online,” katanya. 
 
Produksinya juga semakin maju dari yang awalnya manual kini menggunakan mesin. Bahkan dia mampu merekrut karyawan dengan pekerjaan sesuai kebutuhan. Awalnya hanya ada enam orang di HRD serta Pemasaran, namun kini berkembang menjadi 12 orang  dengan jobdesk yang spesifik dan terstruktur.
 
“Sudah lima tahun ini, produk kami sudah mendapatken sertifikat  halal MUI tahun 2021, Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT) tahun 2020, Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) tahun 2021,” katanya.  
 
Menurutnya program pembinaan YDBA ikut mendongkrak produknya hingga 70 persen. Dia juga banyak mendapatkan jaringan relasi untuk pemasaran.   
 
Ketua Pengurus YDBA, Sigit P Kumala mengatakan, YDBA menjalankan program CSR Astra dengan fokus pada pembinaan UMKM yang meliputi UMKM manufaktur, baik terkait value chain bisnis Astra, maupun yang tidak terkait, bengkel umum roda empat dan roda dua, pengrajin dan petani. Pelatihan dan pendampingan kepada UMKM diarahkan agar naik kelas dan mandiri.
 
“Kami mendukung perkembangan UMKM Indonesia agar bisa naik kelas dan mandiri,” katanya.


Editor : Kuntadi Kuntadi

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network