Sejumlah perwakilan Perguruan Tinggi di Indonesia mengikuti sarasehan dalam rangkaian Pimnas ke-31 di Universitas Negeri Yogyakarta, Jumat (31/8/2018). (Foto: iNews.id/Kuntadi)

YOGYAKARTA, iNews.id - Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) minta kepada perguruan tinggi (PT) untuk melakukan reorientasi kurikulum pendidikan.

Tidak hanya menyesuaikan kurikulum dengan memerhatikan perkembangan pengetahuan, namun memasukkan unsur-unsur kreativitas, inovatif dan kerja sama hingga karakter kepribadian. "Reorientasi kurikulum sangat penting agar lulusan lebih siap di dunia kerja," kata Sekretaris Dirjen Belmawa Kemristekdikti, Rina Indriastuti saat membuka sarasehan pimpinan perguruan tinggi bidang kemahasiswaan, di Universitas Negeri Yogyakarta, Jumat (31/8/2018).

Menurut Rina, kreativitas mahasiswa harus menjadi sebuah inovasi agar mampu memberikan nilai tambah dan bermanfaat di masyarakat. Dia menjelaskan, Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan ide-ide kreatif dan inovatif. Karena itu, kurikulum harus disesuaikan dengan kondisi saat ini.

"Konkretnya dengan mengundang direktorat inovasi untuk perbaikan kualitas kemahasiswaan dengan komitmen yang baik. Komitmen yang sekarang berkembang adalah bagaimana mem-blended kegiatan kemahasiswaan dengan kurikulum," paparnya.

Rina menuturkan, tujuan strategis pendidikan tinggi dulu lebih pada nilai relevansi mutu dan akses. Ke depan harus ditambah dengan daya saing dan mutu pengelolaan perguruan tinggi. Perlu adanya pembinaan-pembinaan kemahasiswaan yang berkualitas. Salah satunya dari sisi kurikulum agar lulusan relevan dengan dunia kerja, adaptif dengan perubahan globalisasi industri atau berdaya saing. "Pimnas menjadi ajang yang berpengaruh dalam pembentukan karakter mahasiswa," tandas Rina.

Menurut dia, pembinaan kemahasiswaan perlu membuat kegiatan kreatif mahasiswa yang dilombakan dan bisa diwariskan saat lulus. Hal ini menjadi sasaran pendidikan tinggi lima tahun ke depan.

Rektor UNY Sutrisna Wibawa menyambut baik kegiatan sarasehan ini dan mengingatkan agar pada Pimnas tahun depan diselenggarakan program kreativitas mahasiswa bidang inovasi. “Beberapa karya yang dipresentasikan juga bisa diambil sampel untuk diliput media sebagai acuan pengembangan mutakhir dari Pimnas,” tutur Rektor.

Sarasehan diikuti oleh 170 pimpinan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia untuk membahas tentang penyempurnaan sistim PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) dan Pimnas. Seklain itu juga digelar diskusi problematika bidang kemahasiswaan serta penentuan tuan rumah Pimnas ke-32 tahun 2019. "Finalnya berupa penyerahan rekomendasi kebijakan kemahasiswaan pada Kemristekdikti," ujarnya.


Editor : Kastolani Marzuki

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network