BANTUL, iNews.id - Ibu dan anak ditemukan meninggal dalam kamar rumah mereka di Desa Sumberagung, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (24/1/2026). Peristiwa memilukan ini sontak mengundang perhatian warga sekitar yang berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian.
Peristiwa tragis tersebut pertama kali diketahui setelah warga mendengar teriakan minta tolong dari rumah yang menjadi lokasi tempat kejadian perkara (TKP). Warga lalu mendatangi rumah tersebut dan melihat Subiyanti sedang memeluk anaknya, Siswadi dalam kamar.
Saat warga masuk ke dalam rumah, Siswadi ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia. Sementara itu, Subiyanti masih dalam keadaan bernapas, namun terlihat sangat terpukul dan diduga mengalami syok atas kejadian tersebut.
Tak berselang lama, kondisi Subiyanti pun melemah. Warga yang panik sempat memindahkan Subiyanti ke ruangan lain sambil menghubungi petugas medis. Namun, nyawa Subiyanti akhirnya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Melihat kejadian tersebut, warga segera melaporkan peristiwa itu kepada kepolisian dan pengurus kampung. Petugas dari Tim Inafis Polres Bantul bersama tim medis Puskesmas Jetis Bantul langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh kedua korban. Polisi dan tim medis menyimpulkan peristiwa ini bukan merupakan tindak pidana.
Berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan medis awal, Siswadi atau sang anak diduga meninggal akibat serangan jantung atau gangguan asam lambung. Dugaan ini diperkuat dengan ditemukannya botol berisi air panas di sekitar lokasi, yang kemungkinan digunakan untuk mengompres perut korban akibat rasa nyeri.
Sementara itu, Subiyanti atau sang ibu diduga meninggal dunia akibat serangan jantung yang dipicu kondisi syok berat setelah melihat anaknya meninggal. Fakta ini diperkuat dengan ditemukannya sejumlah obat jantung dan obat hipertensi di dalam rumah.
Petugas medis juga memastikan bahwa Subiyanti tercatat sebagai pasien rutin Puskesmas Jetis Bantul dengan riwayat penyakit jantung dan hipertensi.
Seorang warga setempat, Pungkas Widodo mengaku menjadi salah satu orang yang pertama kali mendatangi lokasi kejadian setelah mendengar teriakan.
“Ada yang mengetuk rumah, istri melihat dari jendela dengar ada yang teriak-teriak. Langsung saya keluar dan ke TKP melihat Ibu memeluk anaknya. Ada beberapa orang tapi gak ada yang berani masuk,” ujar Pungkas Widodo, Sabtu (24/1/2026).
Dia menambahkan, saat ditemukan, Subiyanti masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan hingga akhirnya ikut meninggal menyusul sang anak.
“Ibunya saat itu masih ada napas. Karena takut kelamaan kami pindahkan, masih napas saat itu lalu kami hubungi PMI untuk penanganan,” katanya.
Dokter Puskesmas Jetis Bantul, dr Erna P, menjelaskan bahwa dari temuan di lokasi, kematian kedua korban mengarah pada faktor medis.
“Yang ditemukan di sekitar ada obat rutin Ibunya, gula, hipertensi dan ada obat jantung juga. Yang Ibunya ini sudah rutin periksa (kesehatan), kemungkinan (penyebab kematian) ada arah ke penyakitnya,” katanya.
Terkait kondisi Siswadi, dr Erna menyebut pihaknya tidak mengetahui riwayat kesehatan korban karena tidak tinggal menetap di wilayah tersebut.
“Kemudian untuk anaknya karena riwayatnya tidak tinggal di sini, jadi untuk kondisi kesehatannya kami tidak tahu. Tidak ditemukan obat-obatan untuk putranya, hanya ditemukan dua botol minyak-minyak di sekitarnya,” ucapnya.
Dia menegaskan bahwa tidak ditemukan indikasi kekerasan dalam peristiwa tersebut.
“Kalau penganiayaan insya Allah tidak ada, bersih,” ujarnya.
Setelah dilakukan olah TKP dan pemeriksaan medis, serta dipastikan tidak ada unsur pidana, kedua jenazah akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait