Puluhan mahasiswa di Yogyakarta menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Nol Kilometer. (Foto: iNews.id/Erfan Erlin)

YOGYAKARTA, iNews.id - Ketua Lembaga Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (LEM UII), Muhammad Rayhan menilai saat ini demokrasi di Indonesia tidak sedang baik-baik saja. 

Partisipasi rakyat terhadap demokrasi telah dikebiri, telah dipotong dan dibakar oleh penguasa. 

"Hari ini pihak-pihak yang kita berikan mandat telah menghianati sedemikian rupa bagaimana politik dinasti dijalankan politik dinasti diupayakan oleh oligarki kekuasaan," ujarnya saat menggelar aksi demonstrasi di depan Monumen Serangan Umum 1 Maret, Titik Nol Kilometer, Kota Yogyakarta, Rabu (29/11/2023). 

Demo tersebut diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Jateng-DIY.

Dia menambahkan, gerakan mahasiswa ini adalah awal mula dari sebuah langkah besar nantinya. “Hari ini sudah ada 20an universitas yang bergabung menyuarakan keresahan bangsa,” katanya.

Ketua BEM KM UGM, Geilbran Muhammad Noor mengatakan, mahasiswa turun ke jalan menyuarakan keresahan rakyat Indonesia. Sebab demokrasi Indonesia tidak sedang baik-baik saja karena dirusak oleh sekelompok orang yang ingin mempertahankan kekuasaan dengan oligarki.

"Demokrasi yang baru seumur jagung ini telah dirusak oleh sejumlah orang yang haus kekuasaan," kata dia.

Dia mengatakan, Mahkamah Konstutusi telah membuat keputusan yang kontroversial dan juga ada intervensi dari pihak luar. Mahkamah konstitusi telah berubah menjadi Mengkakang Konstitusi. "Ini harus kita lawan. Tidak boleh diam," ucapnya.


Editor : Kastolani Marzuki

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network