LONDON, iNews.id - Diam-diam Marinir Kerajaan Inggris beroperasi di Ukraina. Operasi berisiko tinggi ini dilakukan pada April lalu.
Hal ini diungkapkan oleh Letnan Jenderal Robert Magowan dalam jurnal resmi pasukan tersebut. Magowan mengatakan anggota 45 Komando Marinir Kerajaan meninggalkan Ukraina pada Januari lalu usai mengevakuasi kedutaan Inggris di Kiev ke Polandia.
"Namun sekitar 300 anggota unit elit dikirim kembali ke negara itu pada April untuk membangun kembali misi Inggris di Kiev. Sebelum melakukan operasi rahasia lainnya," ujar Magowan di majalah pasukan menurut laporan The Times yang dikutip Russia Today, Rabu (14/12/2022).
Sebelum pengakuan Letnan Jenderal Robert Magowan ini, tudingan Rusia bahwa pasukan NATO beroperasi secara aktif di Ukraina dibantah habis-habisan oleh analis dan media Barat.
Menurut mantan komandan jenderal Marinir Inggris dan sekarang menjadi wakil kepala Staf Pertahanan di Kementerian Pertahanan itu, operasi ini berlangsung di lingkungan yang sangat sensitif dan dengan tingkat risiko politik dan militer yang tinggi.
Namun Letnan Jenderal Robert Magowan tak merinci misi apa yang dilakukan pasukan komando Inggris tersebut. Pernyataannya ini menandai pertama kalinya Inggris mengakui pasukannya melakukan operasi khusus di Ukraina.
Sejuah ini Kementerian Pertahanan Inggris menolak untuk mengkonfirmasi laporan sebelumnya tentang pasukan khusus negara itu yang melatih pasukan Ukraina di Kiev pada bulan April.
Inggris bukan satu-satunya anggota NATO yang mengakui kehadiran pasukannya di Ukraina. Seorang pejabat Pentagon yang menolak disebutkan namanya mengatakan kepada wartawan pada Oktober bahwa sejumlah pasukan AS juga sedang memeriksa pengiriman senjata Amerika di suatu tempat di Ukraina.
Saat ini AS juga tengah menggodok rencana pengiriman rudal Patriot untuk Ukraina. Rudal ini dinilai efektif untuk menghadang serangan Rusia.
Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait