JAKARTA, iNews.id - Pernikahan putri pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta Pusat pada 14 November 2020 kembali "memakan korban". Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Tanah Abang, Sukana yang mengurus pernikahan putri Habib Rizieq dimutasi.
Kepastian itu disampaikan Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin, Senin (23/11/2020). Sukana dinilai mengabaikan protokol kesehatan dalam pencatatan pernikahan.
“Sukana mulai hari ini tidak lagi mendapat mandat tugas tambahan sebagai Kepala KUA. Sukana dimutasi sebagai penghulu di Kemenag Jakarta Pusat. Keputusan ini sejalan dengan komitmen Menag Fachrul Razi di mana keluarga besar Kementerian Agama harus ketat dalam menjalankan protokol kesehatan demi menghindari penularan Covid-19 dalam melakukan pelayanan," kata Kamaruddin Amin di Jakarta.
Menurut Kamaruddin, keputusan ini diambil setelah tim Inspektorat Jenderal Kemenag melakukan proses investigasi. Kepala KUA Tanah Abang dinilai mengabaikan ketentuan terkait protokol kesehatan saat menjalankan tugas pencatatan pernikahan Muhamad Irfan Al Idrus dan Najwa Syihab di Petamburan, 14 November 2020.
Padahal, penerapan protokol kesehatan itu sudah jelas diatur dalam Surat Edaran Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Nomor: P-006/DJ.III/Hk.00.7/06/2020 tanggal 10 Juni 2020 tentang Pelayanan Nikah menuju Masyarakat Produktif Aman Covid.
Tindakan yang sama sebelumnya juga dilakukan Kementerian Agama kepada Kepala Kantor Kemenag Jombang melalui Surat Keputusan Menteri Agama No 032232/B.II/3/2020 tanggal 26 Oktober 2020. Sanksi disiplin ini diberikan setelah Kepala Kankemenag Jombang menggelar pesta pernikahan yang menyebabkan kerumunan pada 4 Oktober 2020.
Kamaruddin Amin menegaskan arahan Menag Fachrul Razi sudah cukup jelas. Dalam situasi bagaimanapun, setiap pejabat Kementerian Agama harus berusaha keras menegakkan protokol kesehatan, demi keamanan orang banyak.
“Arahan Menag tegas dan jelas. Kelalaian atas pelaksanaannya pasti akan diberi tindakan tegas, karena dapat membahayakan orang banyak yang ada di tempat itu, dan juga akan membahayakan anak-anak dan keluarga mereka di rumah saat virus itu terbawa ke rumah,” ucap Kamaruddin Amin.
Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait