Pemkab Gunungkidul Target turunkan stunting menjadi 14 persen (Foto: Ilustrasi/Ist)
Antara

GUNUNGKIDUL, iNews.id - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menargetkan penurunan angka stunting di 2022 menjadi 14 persen. Salah satu upaya dilakukan oleh Dinas Pertanian dengan mengembangkan padi Inpari IR Nutrizinc.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Gunungkidul, Diyah Prasetyorini mengatakan, pada 2021 angka stunting masih 15,7 persen. Tahun ini mereka akan melakukan berbagai upaya agar stunting bisa turun di angka 14 persen. 

“Sebenarnya angka kerdil di Gunungkidul masih di bawah rata-rata nasional, namun kami berupaya melakukan penanggulangan,” katanya, Jumat (17/6/2022). 

Salah satu sasaran program penanganan stunting dengan melakukan penanganan terhadpa bayi yang mengalami gizi buruk. Butuh dukungan dan kerja keras dari lintas OPD untuk mencapai target ini. Masyarakat juga harus ikut berpartisipasi dalam mencapai target ini.

"Kami sudah ada Perbup Nomor 49 Tahun 2020 tentang Percepatan Penurunan Stunting yang menjadi dasar dalam pelaksanaan kegiatan,” katanya.

Penurunan stunting dilakukan dengan program intervensi sensitif dan intervensi spesifik. Intervensi spesifik lebih fokus kepada petugas kesehatan yang langsung menyentuh kelompok sasaran dengan program kerja penanggulangan. Sedangkan intervensi sensitif lebih condong kepada partisipasi masyarakat dan pihak ketiga di dalam penurunan angka kekerdilan.

"Percepatan penanganan kekerdilan harus lintas sektoral dan semua elemen masyarakat ikut berpartisipasi,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Rismiyadi mengatakan, mereka telah pengembangan padi Inpari IR Nutrizinc. Beras ini memiliki kualitas yang kaya gizi khususnya ZN untuk mencegah terjadinya kekerdilan. Berdasarkan penelitian, bayi stunting terjadi karena kurangnya konsumsi gizi ZN.

“Kalau beras biasa kandungan ZN hanya 20 persen, maka untuk Inpari Nutrizinc bisa lebih dari 34,5 persen, sedangkan untuk kandungan karbohidrat juga lebih rendah hanya sekitar 16 persen,” kata dia.


Editor : Kuntadi Kuntadi

BERITA TERKAIT