Tambak udang di Kulonprogo hancur akibat dihantam gelombang tinggi. (Foto: Dok.SINDOnews)

KULONPROGO, iNews.id - Gelombang tinggi yang menerjang pantai selatan Jawa telah menghancurkan bangunan dan fasilitas umum lainnya di sepanjang pantai. Tak terkeculai di Kabupaten Kulonprogo, DIY.

Selain merusak warung dan bangunan, ganasnya ombak juga menggerus tambak udang milik warga. Setidaknya ada empat tambak udang yang tersapu gelombang. Akibat kejadian itu, petani tambak mengalami kerugian ratusan juta rupiah. Untuk menghindari kerugian lebih besar mereka memilih memanen lebih dini udang-udang yang masih muda.

Hancurnya tambak udang akibat gelombang ini terjadi di Pantai Trisik di Kecamatan Galur dan di Pantai Garongan, Panjatan. Lebih dari empat tambak yang rusak akibat gelombang. Udang yang ditebar juga hilang terbawa gelombang. "Terpaksa kita panen lebih dini," ujar Gandung Triyanto, petambak udang di pesisir Trisik, Minggu (29/7/2018).

Dia mengatakan, idealnya udang vaname yang dikembangkan warga akan memasuki masa panen ketika berumur 105 sampai dengan 110 hari. Namun saat ini udang tersebut baru berusia 80 hari.

Air laut yang masuk ke tambak, ujar dia, juga akan menjadikan udang menjadikan pertumbuhan udang tidak akan maksimal. Udang akan mudah terkena penyakit karena adanya bakteri. Apalagi dari prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gelombang tinggi akan terjadi sampai dengan akhir bulan mendatang. "Kalau dibiarkan ini bisa kena bakteri dan udang bisa mati," tutur Gandung. 

Petambak lain, Budiyono mengakan ombak telah menjebol sejumlah tambak di kelompoknya. Dalam sepekan ini, dia telah memanen dua petak tambak udang yang dimilikinya. Untuk menghindari kerugian yang lebih besar, warga memilih memanen lebih awal.

Menurut Budiyono, kondisi saat ini sangat menyulitkan bagi petambak udang. Sebab pedagang udang kurang berminat untuk membeli. Mereka justru memanfaatkan situasi dengan menawar dengan harga yang rendah. "Susah harganya tidak bagus. Kita juga tertekan," katanya.

Seorang pengepul udang, Joko Kamidi mengaku udang dibeli dengan harga Rp55.000 per kilogram. Harga ini jauh lebih murah dari kondisi normal yang bisa mencapai Rp100.000. "Kita juga mengikuti pembeli, tidak bisa kita memainkan harga," katanya.

Selama ini udang vaname produksi petambak Kulonprogo banyak dijual ke sejumlah kota besar seperti Jakarta, Bandung dan Semarang. Udang dari Kulonprogo ukurannya lebih bagus dan kondisinya lebih segar. Udang ini lebih mudah bersaing di pasaran, karena belum banyak terserang bakteri.


Editor : Kastolani Marzuki

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network