SLEMAN, iNews.id – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohammad Nasir menilai larangan mahasiswi mengenakan cadar Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta diskriminatif. Dia menilai, alasan pihak kampus untuk menangkal radikalisme dinilai tidak tepat.
Menristekdikti menilai, setiap warga negara mempunyai kebebasan berekspresi dalam menjalankan agama, sesuai dengan keyakinan masing-masing. Karena itu larangan itu sifatnya sangat diskriminatif.
Cadar dan radikalisme merupakan dua hal yang berbeda. Radikal menyangkut paham atau pandangan kekerasan, sedangkan cadar hanya kain yang digunakan untuk menutupi wajah. Meski demikian, M Nasir mengungkapkan tidak akan mencampuri urusan tersebut. Sebab, menyangkut persoalan mahasiswi di perguruan tinggi menjadi kewenangan dan tanggung jawab rektor yang bersangkutan, bukan urusan seorang menteri. Berikut tayangan video beritanya;
Video Editor: Kuntadi
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait