Warga berkumpul di lokasi kecelakaan, Kabupaten Kulonprogo, DIY. (Foto: iNews/Budi Utomo)

KULONPROGO, iNews.id – Warga sekitar Pedukuhan Tigaron, Desa Kulur, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (17/5/2018) malam dibuat geger usai melaksanakan salat tarawih pertama. Pasalnya, seorang warga ditemukan tewas ditabrak kereta api.

Kondisi korban tampak memprihatinkan di jalur rel kereta api karena diduga terseret hingga ratusan meter. Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) dibantu warga sekitar Pedukuhan Tigaron berusaha mengevakuasi jenazah korban yang sudah tidak utuh.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, korban tersebut bernama R Toriq Soleh (39), warga Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur. Namun, hingga kini belum diketahui kronologi pasti peristiwa nahas tersebut.

Menurut warga, kejadian tersebut diduga terjadi ketika salat tarawih hendak dimulai. Saat itu, rangkaian Kereta Api Kahuripan melaju dari arah Blitar menuju Jakarta. Sampai di lokasi kejadian terdapat lintasan yang tak memiliki palang.

Kapolsek Temon Kompol Setyo Heri Purnomo mengatakan, polisi langsung ke TKP setelah mendapat laporan dari warga mengenai penemuan korban tewas di perlintasan kereta api. Dari keterangan yang dikumpulkan, korban tamu warga sekitar. 

“Yang bersangkutan ini datang dua hari lalu, tamu dari warga sekitar sini. Kami masih melakukan penyelidikan mengapa korban bisa meninggal. Lokasi juga sepi, tidak ada saksi yang melihat. Motor korban juga agak jauh dari lokasi korban ditemukan. Ada informasi tadi pagi korban berobat ke puskesmas,” kata Kompol Setyo Heri Purnomo.

Warga setempat, Wahyu Priyadi mengatakan, warga mengetahui korban yang teas ditabrak kereta api karena mendapat laporan dari radio panggil. “Kebetulan di sini ada petugas kereta api. Lalu kami ke sini. Jenazah korban ditemukan sudah tidak utuh. Dari informasih awal, kami belum tahu motifnya apa. Korban sepertinya terseret hingga ratusan meter,” kata Wahyu Priyadi.

Petugas Polsek Temon dan relawan PMI Kulonprogo mengevakuasi korban. Prosesnya berlangsung hingga sekitar dua jam lebih karena kondisi tubuhnya tidak utuh. Setelah dievakuasi, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Wates untuk divisum.


Editor : Maria Christina

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network