GUNUNGKIDUL, iNews.id - Seorang petani mentimun di Kabupaten Gunungkidul mengembangkan wisata petik buah di Desa Pampang, Kecamatan Paliyan, Gunungkidul. Pengunjung cukup membayar sesuai buah mentimun yang dipetik dengan harga Rp5.000 per kilogram.
Wisata petik buah mentimun ini dikembangkan oleh Budi Susilo. Dia gencar mempromosikan wisata ini di beberapa media sosial. Pengunjung akan mendapatkan buah mentimun yang segar dengan harga miring. Mereka juga bisa berswafoto di tengah hamparan kebun dengan buah mentimun yang siap dipanen.
Pengunjung bisa melihat buah mentimun di atas lahan seluas 500 meter persegi. Budi juga akan memberikan edukasi proses penanaman hingga perawatan. Hal ini cukup menarik bagi pengunjung khususnya ibu-ibu.
“Ini menjadi cara kami meningkatkan pendapatan,” kata Budi, Senin (19/12/2022).
Menurutnya, harga jual mentimun sedang runtuh. Setiap kilogramnya hanya laku Rp2.000 saja di tingkat tengkulak. Padahal di pasar tradisional harga eceran bisa Rp10.000. Pengunjung cukup membayar Rp5.000 per kilogram saja.
Sedangkan di lahan 500 meter persegi, ditanami lebih dari 1.000 batang. Buah yang ada siap dipanen dalam tempo sepekan sekali dengan produksi mencapai 800 kilogram.
“Semoga ini bisa membuat petani lebih untung karena harganya bisa lebih baik,” katanya.
Seorang pembeli Ela Suprihatin mengatakan, dirinya tertarik untuk datang karena tertarik dengan iklan yang ada di media sosial. Selain itu harga mentimun juga lebih murah dari pada harga di pasar. Sedangkan kondisi buah juga akna lebih segar.
“Harga di sini lebih murah. Tidak kalah penting buahnya lebih segar dan bisa befoto-foto,” ujarnya.
Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait