BANTUL, iNews.id - Warga Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, menggelar unjuk rasa menolak keberadaan tower telekomunikasi. Mereka minta menara tersebut dirobohkan karena radiasinya dinilai berbahaya bagi mereka.
Warga Menayu Lor, Desa Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan mengaku, alat elektronik tersebut kerap rusak dan ada indikasi seorang balita ikut terkena dampak radiasi.
"Warga menolak tower ini dan minta agar dirobohkan," kata seorang warga dalam orasi aksinya, Sumardiyono, kepada wartawan di Kabupaten Bantul, DIY, Senin (26/8/2019).
Menurut dia, izin menara tersebut sebenarnya sudah habis per akhir Juli lalu. Namun tanpa sepengetahuan warga, pihak perusahaan melakukan perpanjangan, padahal perjanjian awal harus ada diskusi dengan warga.
Warga merasakan, dampak tower ini dirasakan ketika terjadi petir yang kemudian memantul ke antena televisi warga. Setidaknya ada 10 TV milik warga yang rusak diduga akibat sambaran petir pantulan tower.
"Kami tidak ingin kompensasi, kami minta tower dirobohkan saja," kata Kepala Dukuh Jeblok, Joko Pramono.
Dia berharap pemerintah mendengarkan aspirasi warga. Mereka sudah tidak ingin tower tersebut tetap berdiri, karena dinilai membuat masyarakat sekitar merugi.
Seorang warga, Ludinem mengatakan, cucunya sempat mengalami gangguan kesehatan dan diperiksa ke puskesmas. Namun dokter tidak menemukan adanya gangguan penyakit, dan kemungkinan dampak radiasi.
"Dokter bilang sangat mungkin gangguan kesehatan karena dampak radiasi karena berada di dekat tower," ujar Ludinem.
Editor : Andi Mohammad Ikhbal
Artikel Terkait