YOGYAKARTA, iNews.id – Kasus Covid-19 di DIY per 20 Mei bertambah 3 menjadi 209 kasus. Salah satunya merupakan warga India dari klaster Jemaah Tabligh Sleman.
“Hari ini ada tambahan 3 kasus menjadi 209, 97 pasien sembuh dan ada 8 kematian,” ujar Juru Bicara Pemda DIY dalam penangan Covid-19, Berty Murtiningsih dalam keterangan persnya, Rabu (20/5/2020).
Tiga kasus ini terdiri dari kasus 209 perempuan (43) warga Sleman dari klaster Indogrosir. Pasien ini merupakan pengunjung Indogrosir. Satu pasien lagi yakni kasus 211, laki-laki (71) warga India dari klaster jemaah Tabligh Sleman dan kasus 210 laki-laki (21) warga Bantul yang masih dalam penelusuran.
“Salah satunya merupakan WNA asal India dari Klaster Jemaah Tabligh Sleman,” kata Berty.
Kasus pasien Covid-19 yang sembuh juga bertambah 2 menjadi 97 kasus, yakni kasus 115 laki-laki (51) asal Bantul dan kasus 138 laki-laki (34) warga Sleman. Sedangkan kasus kematian ada satu pasien dalam pengawasan (PDP), yang masih dalam proses uji laboratorium. Pasien perempuan (84) asal Kota Yogyakarta ini memiliki riwayat sakit jantung.
“Sudah uji swab, tetapi hasilnya belum keluar,” kata Berty.
Hingga saat ini, tercatat ada 1.334 pasen PDP dan masih ada 166 yang menjalani perawatan. Dari hasil uji lab, ada 209 yang positif, 97 sembuh dan 9 meninggal dunia. Sedangkan yang hasil negatif ada 969 kasus dan masih ada 157 yang dalam proses.
Sementara itu di Kulonprogo, hari ini ada ratusan pedagang pasar yang menjalani rapid test di Pasar Wates. Ini merupakan hari kedua yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kulonprogo untuk kewaspadaan lebih dini. Rapid test, sebelumnya telah dilaksanakan pada Selasa (19/5/2020) diikuti 178 peserta dan 3 reaktif.
“Ini merupakan upaya kewaspadaan dini pencegahan Covid-19,” ujar Juru Bicara Pemkab Kulonprogo dalam Penanganan Covid-19, Baning Rahayujati.
Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait