10 Parpol di Bantul Kecipratan Dana Bantuan Rp1,3 Miliar

Kuntadi · Jumat, 21 September 2018 - 15:41:00 WIB
10 Parpol di Bantul Kecipratan Dana Bantuan Rp1,3 Miliar
Ilustrasi bendera partai politik. (Foto: SINDOnews)

BANTUL, iNews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul akan memberikan bantuan dana kepada 10 partai politik (parpol) yang mewakili keterwakilan di DPRD. Nilai bantuan yang diberikan mencapai Rp1,3 miliar.

Kepala Kantor Kesatuan Kebangsaan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bantul Dwi Daryanto mengatakan, bantuan ini sesuai dengan pencairan yang dilakukan pada 2017 silam. Anggarannya bersumber dari APBD Bantul.

Saat ini kata dia, Kesbangpol sedang melakukan verifikasi administrasi parpol yang akan menerima dana bantuan tersebut. Targetnya selesai pada akhir bulan sehingga memasuki awal Oktober bantuan sudah bisa didistribusikan. “Sekarang sedang tahap verifikasi agar akhir September atau awal Oktober sudah bisa dicairkan,” kata Daryanto, Jumat (21/9/2018).


Dia menjelaskan, bantuan akan diberikan kepada parpol dengan besaran ditentukan oleh suara pada Pemilu 2014 silam. Setiap satu suara akan mendapatkan Rp1.927, sedangkan di level nasional dihargai Rp1.500. “Bantuan yang diterima lebih besar dibandingkan besaran nasional,” ujarnya.

Daryanto menuturkan, diharapkan melalui bantuan ini bisa mendukung kegiatan politik dari setiap parpol. Berdasarkan rinciannya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mendapatkan Rp291,8 juta dengan jumlah suara 151.436 suara. Disusul Partai Gerindra Rp145,5 juta (75.514 suara), Partai Amanat Nasional (PAN) Rp134,1 juta (69.635 sura), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Rp110,8 juta (57.523 suara).

Selanjutnya Partai Golkar Rp81,4 juta (42.282 suara), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Rp81,1 juta (42.101 suara), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Rp73,2 juta (38.007 suara), Partai Nasdem Rp61,8 juta (32.072 suara), Partai Demokrat Rp54,6 juta (28.384 suara), dan Partai Bulan Bintang (PBB) Rp21,3 juta (11.102 suara).

Menghadapi pemilu, Kesbangpol melakukan upaya pencegahan dan meminimalisir potensi kericuhan. Adapun kewaspadaan ditingkatkan pada potensi kericuhan yang mengatasnamakan SARA. Salah satunya dengan berkoordinasi bersama Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), tokoh agama dan sebagainya. Kesbangpol juga akan menggelar workshop dengan mengundang parpol, ormas, tokoh masyarakat, tokoh agama serta panitia pemilihan lurah atau pun desa.

Editor : Donald Karouw

Bagikan Artikel: