20 Pelajar di Kulonprogo Tewas di Jalanan Sepanjang 2018

Kuntadi ยท Rabu, 30 Januari 2019 - 13:19 WIB
20 Pelajar di Kulonprogo Tewas di Jalanan Sepanjang 2018
Semangat para siswa SMA/SMK saat mengikuti Millennial Road safety Festival di Mapolres Kulonprogo. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan generasi muda atau kalangan pelajar cukup tinggi. Data Polres Kulonprogo, sepanjang 2018 terdapat 362 kasus. Dari data itu, sedikitnya 20 pelajar jadi korban atau meregang nyawa di jalan.

Kapolres Kulonprogo AKBP Anggara Nasution mengatakan, banyaknya kasus ini menjadi keprihatinan bersama. Merespons tingginya angka kecelakaan yang melibatkan kalangan muda, Polri secara nasional menyelenggarakan Millennial Road safety Festival. Hal ini ditujukan untuk lebih mengenalkan generasi milenial akan pentingnya tertib berlalu lintas.

“Generasi milennial merupakan penerus masa depan yang harus dilindungi,” ujar Kapolres, di sela-sela Apel acara Millenial Road Safety Festival di halaman Mapolres Kulonprogo, Rabu (30/1/2019).

Pantauan iNews.id, apel kegiatan tersebut diikuti ratusan pelajar setingkat SMA/SMK yang ada di Kulonprogo. Acara ini dirangkaikan dengan kampanye keselamatan berlalu lintas, pembelajaran safety riding hingga dialog generasi milenial. Puncak acara akan dilaksanakan saat gelaran Entrepreneur Expo di Alun- Alun Yogyakarta, Minggu (3/2/2019).

“Gerakan milenial, khusunya kalangan mudah ini harus menjadi pelopor tertib berlalu lintas,” kata Anggara.

Kasatlantas Polres Kulonprogo AKP Maryanto menambahkan, kasus kecelakaan yang melibatkan generasi muda cukup mendominasi dalam catatan kepolisian. Mereka tidak hanya mejadi korban, namun juga mejadi pelaku kecelakaan yang harus ditebus dengan hilangnya nyawa di jalanan.

“Milenial harus taat dan patuh dalam berlalu lintas untuk keselamatan,” ucapnya.

Dalam acara ini, ditekankan bagi para pelajar akan pentingnya menjaga ketertiban berlalu lintas. Beberapa poin utamanya yakni stop pelanggaran, stop kecelakaan dan keselamatan untuk kemanusiaan.


Editor : Donald Karouw