4 Pemuda di Kulonprogo Diamankan Polisi karena Edarkan Psikotropika

Kuntadi ยท Kamis, 31 Oktober 2019 - 17:41 WIB
4 Pemuda di Kulonprogo Diamankan Polisi karena Edarkan Psikotropika
Penangkapan 4 pengedar obat terlarang di Kulonprogo, Kamis (31/10/2019). (Foto: iNews.id /Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Satresnarkoba Polres Kulonprogo, DIY menangkap empat pemuda di Kabupaten Kulonprogo karena diduga mengedarkan pil psikotropika dan obat-obat terlarang. Sebanyak dua tersangka di antaranya masih berstatus pelajar dan mahasiswa.

DI (18), IS (20), FA (19) dan AW (24) yang merupakan warga Kecamatan Sentolo dan Kecamatan Pengasih Kulonprogo ditangkap polisi, Selasa (22/10/2019) malam. Awalnya petugas mengamankan DI di wilayah Pengasih, Kulonprogo dengan barang bukti 1 butir Riclona.

Dari hasil pemeriksaan, petugas mendapatkan nama-nama yang terlibat dalam peredaran psikotropika di Kulonprogo yakni IS, FA dan AW.

AW sebenarnya sudah dipantau petugas sejak tiga bulan lalu. Dia menjadi target setelah petugas mengamankan tersangka lain dalam peredaran narkoba.

BACA JUGA: Buruh di Kulonprogo Ditangkap Polisi karena Mengedarkan Psikotropika

“Memang barang bukti yang kita amankan sedikit, tetapi dalam sehari mereka bisa mengedarkan hingga 150 butir psikotropika,” kata Kasat Resnarkoba Polres Kulonprogo, AKP Munarso.

Barang-barang ini diperoleh AW dari pemasok yang ada di wilayah Kabupaten Sleman. Dari tangan AW, barang-barang dibagikan kepada para tersangka di Kulonprogo.

Dalam aksinya mereka melakukan pembelian dengan model putus agar tidak mudah terlacak.

Pelaku menjual obat-obatan ini per 10 butir dengan harga antara Rp35 ribu sampai Rp40 ribu. Kepada petugas, mereka mengaku tidak mengejar keuntungan dalam setiap transaksi, namun lebih mengedepankan pertemanan dan hubungan baik antar kawan.

AW mengaku mengkonsumsi obat-obatan ini karena sulit tidur. Namun dia keterusan, hingga akhirnya malah mengedarkan obat-obatan ini.

BACA JUGA: Polisi Amankan 25.000 Pil Psikotropika dan Obat Keras di Bantul

“Pas ditangkap saya juga sudah mengkonumsi,” kata AW.

Para tersangka akan dijerat dengan pasal 196 dan pasal 197 UU No.36/2009 tentang Kesehatan dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara dan pasal 65 UU No.5/1997 tentang Psikotropika dengan ancaman penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp100 juta.

Satresnarkoba Kulonprogo selama 2019 ini, sudah mengungkap 60 kasus peredaran narkoba. Tidak hanya obat-obatan psikotropika dan sediaan farmasi, namun juga pengedar sabu-sabu.


Editor : Umaya Khusniah