6 Bulan Terpuruk karena Covid-19, Industri Batik di Kulonprogo Mulai Bangkit

Kuntadi · Jumat, 25 September 2020 - 17:30:00 WIB
6 Bulan Terpuruk karena Covid-19, Industri Batik di Kulonprogo Mulai Bangkit
Industri kerajinan batik di Kabupaten Kulonprogo mulai menggeliat. (Foto: INews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Kerajinan batik di Kabupaten Kulonprogo mulai menggeliat. Setelah enam bulan stagnan akibat Covid-19, kini perajin mulai mendapatkan orderan.

“Ini baru mulai menggeliat lagi, kemarin benar-benar sepi,” kata perajin batik, Bayu Permadi, Jumat (25/9/2020).

Pemilik Sembung Gallery ini mengatakan lesunya pasar batik mulai terasa sejak bulan Maret lalu. Saat itu perajin masih mendapatkan pekerjaan dari order di bulan Februari atau awal Maret. Begitu memasuki bulan April sampai Juli benar-benar perajin dihadapkan dalam masa yang sulit. Mereka tidak ada pesanan, sementara harus menggaji buruh batik.

“Agustus dan September ini baru mulai menggeliat kembali,” katanya

Agar bisa bertahan, para perajin harus melek teknologi. Mereka menawarkan secara online untuk menyasar pasar yang lebih luas. Alhasil cara ini cukup berhasil untuk menjaga pasar yang ada.

“Tiga bulan itu pasar tinggal 20 persen, sekarang sudah kembali sampai 80 persen,” katanya.

Sebelum masa pandemi Covid-19, perajin bisa menjual produk hingga 3.500 lembar per bulan. Saat ini mereka sudah bisa menjual hingga 2.000 lembar. Itupun harus menggunakan pemasaran secara online. Sementara pemasaran konvensional belum kembali.

Perajin batik yang lain, Umbuk Haryanto mengatakan saat ini perajin juga tengah mengincar seragam. Tahun ajaran baru bagi anak sekolah menjadi harapan baru, untuk mendapatkan order. Namun pasar umum juga sudah mulai digarap.

“Seragam gebleg renteng ini wajib untuk anak sekolah. Ini harapan baru industri batik bisa bangkit,” katanya.


Editor : Kuntadi Kuntadi