Ada Pedagang Reaktif Covid-19, Pasar Kranggan Yogyakarta Ditutup 3 Hari

Heru Trijoko ยท Selasa, 16 Juni 2020 - 12:05 WIB
Ada Pedagang Reaktif Covid-19, Pasar Kranggan Yogyakarta Ditutup 3 Hari
Pasar Kranggan Yogyakarta ditutup setelah ada pedagang reaktif usai kontak dengan pasien Covid-19. Foto istimewa

YOGYAKARTA, iNews.id – Pemerintah Kota Yogyakarta, menutup Pasar Kranggan selama tiga hari, menyusul adanya pedagang yang reaktif usai mengikuti rapid test. Sebelumnya pedagang tersebut melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19 dari klaster pedagang ikan Semarang.

Penutupan pasar ini dilakukan selama tiga hari Mulai Minggu (14/6/2020) sampai dengan hari ini Selasa (16/6/2020). Selama ditutup petugas melakukan penyemprotan cairan disinfektan untuk memotong mata rantai penyebaran Covid-19. Sementara pedagang yang reaktif sudah menjalalani isolasi mandiri.

“Pemkot menutup untuk mengantisipasi penularan dan kita lakukan sterilisasi,” kata Lurah Pasar Kranggan, Sungkana, Selasa (16/6/2020).

Sebelum dilakukan penutupan, para pedagang telah diberikan sosialisasi. Sebelum Lebaran ada penyuplai ikan basah asal Semarang yang pingsan. Belakangan beredar kabar penyuplai ikan itu pasien positif dan sempat melakukan kontak dengan pedagang.

Atas kondisi ini pemerintah melakukan rapid test kepada pedagang. Hasilnya ada yang reaktif dan diminta untuk melakukan isolasi mandiri. Nantinya akan dilakukan rapid test ulang, untuk memastikan tidak adanya penularan Covid-19 di Pasar Kranggan.

“Setiap hari dilakukan sterilisasi, bahkan menggunakan mobil pemadam,” katanya.

Para pedagang diwajibkan untuk menggunakan masker dan mencuci tangan dengan sabun. Pemkot telah menyiapkan wastafel di Pasar Kranggan.

“Semua pedagang dan pengunjung wajib gunakan masker. Kalau tidak pakai tidak boleh masuk,” katanya.

Para pedagang berharap dengan adanya penutupan dan penyemprotan ini, tidak ada lagi kasus Covid-19 di Pasar Kranggan. Pedagang akan lebih nyaman untuk melakukan aktivitas jual beli.


Editor : Kuntadi Kuntadi