Ada Pesepeda Meninggal, Ini Trik Gowes Aman dari Aktivis Komunitas Bersepeda Kulonprogo

Kuntadi ยท Senin, 15 Juni 2020 - 18:39 WIB
Ada Pesepeda Meninggal, Ini Trik Gowes Aman dari Aktivis Komunitas Bersepeda Kulonprogo
Ilustrasi bersepeda

KULONPROGO, iNews.id – Kematian Sumarjono, warga Kasihan, Bantul yang meninggal saat bersepeda di Jalan Nanggulan-Magelang tepatnya di Banjarharjo, Kulonprogo pada Minggu (14/6/2020) sempat viral. Sejumlah pegiat sepeda berharap kejadian ini tidak terulang.

Gowes (bersepeda) itu untuk kesehatan, jadi harus bisa mengukur kemampuan kita,” kata Aris Nugroho pengurus Komunitas Menoreh Bikers, Senin (15/6/2020).

Olahraga bersepeda, telah menjadi gaya hidup masyarakat yang bisa dilakukan semua kalangan, dan jenjang usia. Bagi yang usianya sudah di atas 40 tahun bersepeda tidak lagi untuk mengejar prestasi, namun untuk menjaga kebugaran, kesehatan dan refreshing.

“Jangan dipaksakan, kalau tidak kuat tidak perlu memaksa,” ujar Wakil Ketua Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kulonprogo ini.

Dalam masa pandemi Covid-19, bersepeda tetap harus menjalankan protokol kesehatan. Tetap mengenakan masker, sarung tangan dan mencari jalur yang aman. Menghindari zona merah menjadi salah satu keharusan agar tidak tertular.

“Tetap harus menghindari kerumunan dan akan lebih aman pesertanya dibatasi,” katanya.

Komunitas bersepeda 222, Kulonprogo Eko Suratman mengatakan seorang gowes harus menguasai medan dan kemampuan dirinya. Selama ini banyak orang tidak bisa mengontrol diri dan emosi. Apalagi bersepeda yang dilakukan beramai-ramai dan dilakukan bersama komunitas orang banyak.

“Harus bisa mengontrol diri, jangan emosi. Selama ini karena teman-temannya kuat nanjak, jadi emosi harus mampu,” katanya.

Bersepeda merupakan upaya untuk menjaga kesehatan. Namun mereka yang memiliki riwayat penyakit harus sadar dan tidak memaksakan diri. Lebih aman juga membekali dengan peralatan medis pribadi.

“Saran saya kalau punya riwayat jantung atau asma, jangan mencari jalur ekstrem agar kejadian tidak terulang,” katanya.




Editor : Kuntadi Kuntadi