get app
inews
Aa Text
Read Next : Proses Evakuasi KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu Brebes 6-7 Jam

Atasi Keluhan Penumpang, KAI Akan Ganti Kereta Diesel dengan KRL

Kamis, 05 April 2018 - 23:44:00 WIB
Atasi Keluhan Penumpang, KAI Akan Ganti Kereta Diesel dengan KRL
Ilustrasi kereta api. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

YOGYAKARTA,iNews.id – PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mengganti rangkaian Kereta Rel Diesel (KRD) dengan Kerata Rel listrik (KRL) untuk relasi Yogyakarta-Solo. Penggantian tersebut dimaksudkan untuk menjawab kebutuhan pasar yang jumlahnya semakin meningkat. Khususnya bagi penumpang Kereta Api Prambanan Eksress (Prameks). Penggantian dilakukan juga untuk menekan efisiensi anggaran.

Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi (Daop) VI Yogyakarta Eko Budiyanto mengatakan proyek KRL digagas oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Program tersebut sudah dimulai sejak 2015. Dia mengatakan, pada prosesnya dilakukan lelang pengadaan tiang beton listrik aliran atas (LAA) dengan pagu anggaran Rp21,7 miliar. Namun, selama dua tahun terakhir mengalami kebuntuan dan berhenti.

Sementara, kata dia, tahap konstruksi diharapkan sudah bisa berlangsung tahun ini. Mengingat, target KRL sudah dapat beroperasi untuk rute tersebut pada tahun 2020. "KRL ini akan mneggantikan Prameks yang penumpangnya setiap hari berjubel," kata Eko di Balai Yasa, Yogyakarta, Kamis (5/4/2018).

Kereta Prameks, kata dia, setiap harinya melayani ada 21 perjalanan dari Solo hingga Yogyakarta. Beberapa di antaranya hingga ke Stasiun Kutoarjo, Purworejo. Menurutnya, hampir di setiap perjalanan jumlah penumpang selalu berjubel sehingga perlu dilakukan penggantian.  

Alhasil, kondisi tersebut menuai komplain dari para penumpang. Tak hanya itu, para penumpang kerap kehabisan tiket setelah mengantre lama sehingga terpaksa berganti dengan kereta atau mode transportasi lain.

Sebagi catatan, setiap harinya KRD Prameks mampu mengangkut sekitar 16.000 penumpang dari 21 kali perjalanan. Dengan komposisi satu rangkaian maksimal hanya mampu mengangkut 500-800 penumpang. Sementara, jika kelak didanti dengan KRL, maka kemampuan mengangkut penumpang meningkat hingga 1.200 orang per satu rangkaian. "Dengan trip sama, daya angkut akan lebih banyak," ujarnya.

Sementara, Kepala Balai Yasa Yogyakarta Denny Haryanto mengatakan, KRL adalah solusi bagi angkutan pengganti KRD. Selain daya angkutnya yang lebih banyak, KRL juga jauh lebih hemat. Biaya listrik yang dikeluarkan lebih murah dibanding dengan diesel. "Selain lebih hemat, kecepatanya juga lebih cepat," ucap Denny.

Editor: Achmad Syukron Fadillah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut