Bawa 116 Penumpang, AirAsia Mendarat Perdana di Bandara Internasional Yogyakarta

Kuntadi ยท Kamis, 01 Agustus 2019 - 23:16:00 WIB
Bawa 116 Penumpang, AirAsia Mendarat Perdana di Bandara Internasional Yogyakarta
Pesawat AirAsia yang membawa 116 penumpang dari Lombok, NTB, mendarat perdana di Bandara Internasional Yogyakarta. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Maskapai penerbangan AirAsia resmi melayani rute penerbangan di Bandara Internasional Yogyakarta (Yogyakarta International Airport/YIA) yang terletak di Kabupaten Kulonprogo, DIY. Dalam penerbangan perdana ini, AirAsia melayani rute penerbangan PP Lombok–YIA-Lombok.

“Ini penerbangan perdana dan tadi ada 116 penumpang dari Lombok yang terbang bersama AirAsia dan mendarat ke sini (YIA),” ujar Pelaksana Tugas Sementara (PTS) GM Bandara YIA PT Angkasa Pura I Agus Pandu Purnama, Kamis (1/8/2019).

Menurutnya, rute penerbangan ini cukup diminati lantaran menghubungkan dua kota yang unggul dalam destinasi wisata.

Pantauan iNews.id, pesawat AirAsia ini mendarat di YIA dengan membawa 116 penumpang pada pukul 08.30 WIB. Selang setengah jam, pesawat ini kembali ke Lombok dan membawa 136 penumpang.

Penambahan rute ketujuh di Bandara YIA ini diharapkan akan semakin menjadikan bandara ini ramai untuk penerbangan. Sebelumnya sudah ada enam rute penerbangan yang dilayani Citilink dari Garuda Group dan Batik Air dari Lion Group.

“Okupansinya per hari sudah di atas 1.000 orang dari target awal 600 orang,” katanya.

Dalam waktu dekat, maskapai penerbangan Lion Air juga akan menambah 6 rute penerbangan baru. Yaitu ke Kualanamo, Tarakan, Samarinda, Balikpapan dan Pontianak, termasuk juga Bali.

“Kami juga sudah konfirmasi ke Lion, Insya Allah akan dilaksanakan dalam waktu dekat,” ucapnya.

Untuk tahap pertama, Lion Air yang melayani rute Lombok-YIA-Lombok belum melaksanakan penerbangan setiap hari. Jadwalnya dalam sepekan ada tiga kali penerbangan. Yakni pada Selasa, Kamis dan Sabtu.

“Jika memang okupansinya bagus, sangat dimungkinkan akan ditambah lagi,” tuturnya.


Editor : Donald Karouw