KULONPROGO,iNews.id – Pesta rakyat yang digelar warga terdampak pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di lima desa berlangsung meriah. Tidak hanya pentas wayang kulit, sejumlah makanan dan minuman juga disajikan gratis bagi pengunjung.
Pesta rakyat yang dilaksanakan di Kantor PT Pembangunan Perumahan (PP) ini digelar oleh warga terdampak di lima desa. Yakni, Desa Glagah, Palihan, Jangkata, Sindutan dan Kebonrejo di Kecamatan Temon Kulonprogo. Acara ini diisi dengan pentas wayang kulit oleh Ki Rusmadi asal Wates, Kulonprogo dengan lakon Wahyu Sandang Pangan.
Hadir dalam kegiatan itu, Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo, dan General Manager Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta, Agus Pandu Purnama.
Agus menyatakan, pagelaran wayang kulit ini cukup pas untuk menghibur masyarakat, terlebih dalangnya juga asli dari Kulonprogo. Lakon Wahyu Sandang Pangan itu memuat pesan yang sangat baik, yakni masyarakat Kulonprogo harus makmur, tercukupi sandang, papan dan pangannya.
Menurutnya, terwujudnya bandara ini juga tidak terlepas dari perjuangan warga masyarakat Kulonprogo khususnya di Kecamatan Temon demi menatap kehidupan yang lebih baik kedepan.
Salah seorang penonton Wiwik, berharap keberadaan bandara akan membawa harapan baru bagi dirinya dan seluruh warga Kulonprogo ke depan.
Warga lain, Suyanto menambahkan, sebagai warga asli Temon Kulonprogo dirinya sudah tidak sabar bandara segera beroperasi. Menurutnya, peluang yang diterima warga Temon tidak dimiliki waga di daerah lain. Dengan alasa itulah, ia merasa bersyukur menjadi warga Kulonprogo.
Sementara itu, tokoh pemuda Glagah, Bayu Puspo Pangaribawa mengatakan, tema Hamewayu Hayuning Warga merepresentasikan sikap para pemangku jabatan dalam bersinergi dengan rakyat untuk pembangunan.
Video Editor: Kuntadi
Editor: Himas Puspito Putra