Berikan Fasilitasi Produksi, Kementerian Perindustrian Dorong Pertumbuhan Industri Batik

Kuntadi ยท Kamis, 03 September 2020 - 23:01 WIB
Berikan Fasilitasi Produksi, Kementerian Perindustrian Dorong Pertumbuhan Industri Batik
Kementerian Perindustrian mendorong industri batik tanah air lebih maju. (Foto: istimewa)

YOGYAKARTA, iNews.idKementerian Perindustrian mendorong lahirnya start up dan industri batik di tanah air. Produk industri harus bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri karena potensi pasar domestik sangat besar.

“Kita akan terus dorong tumbuhnya industri baru yang inovatif di bidang kerajinan dan batik,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Doddy Rahardi, saat menyerahkan bantuan fasilitas produksi kepada lima enterpreneur muda yang terpilih dalam Innovating Jogja 2020.

Program Innovating Jogja sudah dilaksanakan sejak 2016 dan terus bergulir sampai saat ini. Dalam pelaksanaannya, BPPI bekerja sama dengan Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta dan Puslitbang Industri Agro Kemenperin. Kegiatan ini sebagai ajang pencarian start up berbasis inovasi di bidang kerajinan dan batik melalui sistem kompetisi ide inovasi bisnis.

Tahapan seleksi telah dimulai pada bulan Februari lalu dan ada 91 proposal yang masuk. Dari proses seleksi administrasi dan substansi, ada 30 peserta yang lolos dan berhak mengikuti bootcamp pengembangan bisnis. Mereka masih harus mengikuti seleksi business plan sebelum akhirnya terpilih lima pemenang.

Pemenang pertama, Eyster Puspitasari dengan nama usaha Puspita Batik Indigo Natural Dye dengan inovasi blue gold instant atau paket zat warna indigo lengkap dengan reduktor dan alkalinya. Sementara pemenang kedua Alfira Oktavia dengan nama usaha Semilir untuk produk inovasi teknik ecoprint pada kulit kayu lantung.

Pemenang ketiga, Agung Setiawan dengan nama usaha Woodeco Indonesia dengan produk inovasi wooden jewelry box dan wooden ring box dari limbah kayu industri furniture. Sementara pemenang keempat, Annisa Septipanindya Sari dengan nama usaha Artsy Craft dengan inovasi produk mahar dari produk bunga kering.

Pemenang kelima, Dian Kartini memiliki nama usaha Toja Indonesia dengan inovasi produk penerapan ragam hias nusantara pada produk rajut. “Kelima pemenang akan dibina sebagai tenant inkubator bisnis Innovating Jogja di Balai Besar Kerajinan dan Batik,” katanya.

Pemenang juga akan mendapatkan pendampingan manajemen mutu produk dari BBKB, pendampingan bisnis dari BHMTC, dan fasilitas bahan produksi sebesar Rp20 juta dari Puslitabang Industri Agro-Kementerian Perindustrian.

“Karena pandemi Covid-19, semua seleksi awal sampai bootcamp dilakukan secra online,” kata Kepala BBKB, Titik Purwati Widowati.

Hasil dari Litbang BBKB telah dimanfaatkan oleh para pelaku industri batik. Seperti Teknik Batik Latar Ringkel ataupun Teknologi Aplikasi Nanopartikel ZnO untuk Produk Batik Antibakteri. Pendampingan yang dilakukan juga mampu menjadikan pelaku industri batik bertahan dalam masa pandemi Covid-19.

“Kegiatan Innovating Jogja diharapkan mampu mendorong, mengawal dan menfasilitasi ide dan inovasi yang baru agar mampu tumbuh menjadi industri baru,” katanya.


Editor : Kuntadi Kuntadi