BMKG Prakirakan 18-20 Januari 2023 Wilayah DIY Diguyur Hujan Lebat, Masyarakat Harus Waspada
YOGYAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan adanya potensi hujan dengan intensitas lebat akan mengguyur wilayah DIY antar 18-20 Januari 2023. Hal ini terjadi karena ada tekanan udara rendah di Samudera Hindia.
“Ada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebar yang akan disertai kilat atau petir dan angin kencang pada periode 18-20 di wilayah DIY,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono, Selasa (17/1/2023).
Warjono mengatakan pada 18-19 Januari 2023 potensi hujan lebat dan angin diperkirakan akan melanda Sleman bagian utara dan Kuloprogo bagian utara. Sedangkan pada 20 januari akan melanda wilayah Sleman, kulonprogo utara dan Gunungkidul utara.
Dari hasil analisis dinamika atmosfer, anomali suhu muka laut terpantau positif di Laut Jawa yakni 0,5 -2 derajat Celsius. Sedangkan Indeks ENSO di Nino 3,4 bernilai -0,59 yang menyebabkan potensi peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia. Indeks IOD bernilai 0,01 yang berarti suplai uap air dari wilayah Samudera Hindia ke wilayah Indonesia bagian Barat tidak signifikan (tidak mendukung pembentukan awan hujan).
Kondisi ini didukung adanya sirkulasi Eddy di Kalimantan serta pusat tekanan udara rendah di Samudera Hindia sebelah Barat Sumatera dan Laut Coral sebelah Timur Australia. Gal ini akan menyebabkan terbentuknya pola konvergensi (pertemuan arus angin) dan shearline (belokan angin) di wilayah Jawa dan Perairan Selatan Jawa sehingga memicu peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan di DIY.
“Profil vertikal kelembapan udara yang relatif tinggi mencapai lebih dari 80 persen dan labilitas lokal yang cukup kuat ikut berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di DIY,” ujarnya.
Editor: Kuntadi Kuntadi