Bongkar Peredaran Psikotropika di Kulonprogo, Polisi Tangkap 2 Pengedar

Kuntadi ยท Kamis, 26 September 2019 - 18:03 WIB
Bongkar Peredaran Psikotropika di Kulonprogo, Polisi Tangkap 2 Pengedar
Polres Kulonprogo saat konferensi pers pengungkapan kasus penangkapan pengedar psikotropika, Kamis (26/9/2019). (Foto: iNews.id/Kuntadi)

Bongkar Peredaran Psikotropika di Kulonprogo, Polisi Tangkap 2 Pengedar

KULONPROGO, iNews.id – Kasus penyalahgunaan obat terlarang diungkap Satresnarkoba Polres Kulonprogo. Petugas menangkap dua pengedar psikotropika yang kerap beraksi di wilayah DIY dan Jawa Tengah. Saat ini, polisi masih memburu pemasok barang-barang haram kepada kedua tersangka yang identitasnya telah diketahui.

Identitas tersangka yakni berinisial As (21) warga Desa Glagah, Kecamatan Temon, Kulonprogo. Sementara tersangka kedua yaitu BGP (21) warga Desa Gerbosari Kecamatan Samigaluh, Kulonprogo. Mereka ditangkap di dua lokasi berbeda pada Senin (23/9/2019).

Kasatnarkoba Polres Kulonprogo AKP Munarso mengatakan, operasi narkoba digelar Polda DIY per 23 September sampai 4 Oktober mendatang. Seluruh jajaran Polres maupun Polsek akan operasi untuk mengungkap peredaran gelap narkoba di wilayah hukum masing-masing.


Menurutnya, tersangka AS diamankan di Alun-Alun Wates. Dari tangan tersangka petugas mengamankan barang bukti 10 pil psikotropika jenis alprazolam dan Riclona. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 62 UU 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Sementara tersangka BGP ditangkap di wilayah Kalibawang. Berawal saat petugas mendapat informasi jika tersangka kerap mengedarkan obat-obatan terlarang. Dari situlah tersangka diamankan dengan bukti pil Yarindo.

Selain itu, turut diamankan ponsel milik tersangka yang diduga dipergunakan untuk melakukan transaksi. Atas perbuatannya, BGP dijerat Pasal 197 jo Pasal 196 UU 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

"Ada dua tersangka yang kami tangkap dengan barang bukti obat-obatan psikotropika," ujar AKP Munarso, Kamis (26/9/2019).

Dia mengungkapkan, saat ini polisi masih memburu beberapa tersangka lain, yang memasok barang haram tersebut kepada pelaku. Mereka kerap bertemu untuk melakukan transaksi penjualan.

"Kami masih memburu DPO yang memasok barang-barang (pil psikotropika) kepada kedua tersangka," katanya. (Kuntadi)


Editor : Donald Karouw