Burung Puter Jadi Maskot Pilkada Bantul 2020

Kuntadi ยท Jumat, 22 November 2019 - 19:35 WIB
Burung Puter Jadi Maskot Pilkada Bantul 2020
Komisioner KPU Kabupaten Bantul menunjukkan kaus bergambar burung puter, maskot Pilkada Bantul 2020 di Kantor KPU Bantul, DIY, Jumat (22/11/2019). (Foto: iNews.id/Kuntadi)

BANTUL, iNews.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul memilih burung puter sebagai maskot Pilkada 2020 mendatang. Rencananya maskot ini akan diluncurkan pada Minggu (24/11/2019) di Stadion Sultan Agung, Bantul, bersamaan dengan peluncuran jingle Pilkada Bantul 2020.

Komisioner KPU Bantul Musnif Istiqomah mengatakan burung puter dipilih karena merupakan burung dengan endemik di Bantul. Bahkan, Pemkab Bantul sejak 1998 sudah menetapkan dengan mengeluarkan SK bupati.

“Kami pilih karena burung puter endemik di Bantul dan ini sudah melalui tahapan,” kata Musnif, Jumat (22/11/2019).

 

BACA JUGA:

8 Cawabup Kulonprogo Beberkan Visi Misi di Depan Akademisi dan Pengurus Parpol

Pilkada Bantul 2020, PKB Hanya Buka Pendaftaran Posisi Wakil Bupati

 

Burung puter menjadi simbol pemilih untuk memilih pemimpin yang egaliter dan responsif. Burung ini memiliki keunikan dan dinilai mampu memberikan motivasi kepada masyarakat Bantul untuk memanfaatkan Pilkada Bantul sebagai langkah memilih pemimpin daerah yang ideal.

Dalam gambar burung puter juga ada lambang tanggal digelarnya Pilkada Bantul, yaitu tanggal 23 yang ditandai dengan garis-garis pada ekor. Kemudian, bulan September dengan angka 9 yang dilambangkan pada sayap burung puter. Sedangkan tahun 2020 dilambangkan pada garis-garis yang ada di kepala dan kaki burung puter.

“Ini adalah simbol-simbol yang menjadi maskot pilkada,” ujarnya.

Sementara untuk jingle Pilkada Bantul, telah dipilih dengan judul “Bantul Memilih”. Jingle ini berisi ajakan kepada masyarakat untuk memilih bupati dan wakil bupati dengan jujur serta sesuai dengan hati nuraninya. Lagu ini kental dengan nuansa Jawa dikombinasikan dengan ritme-ritme kekinian.

“Dalam liriknya, kami sampaikan tujuan dan harapan dalam pemilihan kepala daerah,” ujarnya.


Editor : Maria Christina