Cantik, 2 Polwan Kembar Bertugas di Polres Kulonprogo
KULONPROGO, iNews.id - Dua personel polisi wanita (polwan) yang berdinas di Polres Kulonporogo belakangan menjadi buah bibir masyarakat setempat. Kembar identik membuat Deta Lestari dan Deti Lestari mencuri perhatian.
Selain memiliki kemiripan fisik, keduanya sama-sama mengenakan jilbab sehingga membuat rekan sesama polisi sulit untuk mengenali Deta atau pun Deti. Keduanya lahir dari pasangan (alm) Karyono dan Sumiayi pada 12 Desember 1995 atau 23 tahun lalu. Keduanya hanya terpaut 10 menit saat lahir.
"Sejak kecil kita selalu bersama, mulai dari baju sampai kegemaran juga sama," kata Deta di Mapolres Kulonprogo Kamis (1/3/2018).
Sejak taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah pertama (SMP) Deta dan Deti selalu sekolah di tempat yang sama. Keduanya berpisah saat di sekolah menengah atas (SMA) Deta di SMA 1 Wates dan Deti di SMA 2 Wates yang mana kedua SMA tersebut merupakan sekolah favorit di Kulonprogo.
Diketahui, Deta yang ikut kelas akselerasi akhirnya lulus setahun lebih dulu dari Deti. Dia kemudian melanjutkan kuliah di salah satu kampus perawat yang ada di Yogyakarta. Namun, dia hanya melakoni dua semester saja. Sebab Deti tertarik untuk mendaftar ke sekolah kepolisian. Sebagai pasangan kembar, Deta pun ikut mendaftar bersama adiknya.
Setelah melalui serangkain proses keduanya diterima menjadi calon polisi. Namun, Deti dan Deta berbeda dalam mengikuti pendidikan. "Awalnya saya tidak tertarik menjadi polwan karena Deti mendaftar saya ikut. Saya awalnya lebih tertarik menjadi perawat seperti ibu dan keluarga besar saya," ucap Deta.
Sementara, Deti memang sejak lulus SMA ingin mencari sekolah yang memiliki ikatan dinas dan kerja. Tidak salah kemudian dia menentukan pilihan menjadi polisi. Beruntung, setelah lulus pendidikan mereka ditempatkan di Kulonprogo yang merupakan kampung halamannya. Deti di Satreskrim Polsek Panjatan sedangkan Deta di Satresnarkoba Polres Kulonprogo.
"Sering teman-teman salah mengira saya Deta, padahal Deti. Apalagi kalau sendiri," ujar Deti.
Postur tubuh yang hampir sama dan muka yang identik membuat keduanya kerap bertukar tugas. Misal, saat ada tugas pengamanan pentas musik, Deta masuk dalam jajaran sprint, semisal Deti berhalangan.
"Tetapi itu juga dengan izin pimpinan, tidak asal menggantikan. Itupun nama yang dipasang juga ditukar," keta Deti sambil tertawa.
Deta kemudian membocorkan ciri untuk membedakan. Deta memiliki cacat kecil pada bagian tangan sebelah kiri karena pernah patah saat terjatuh dari atas pohon. Sebaliknya, Deti memiliki cacat di bagian tangan sebelah kanan karena pernah patah skibat terjatuh dari sepeda.
Perbedaan selanjutnya, Deti Lestari telah melepas masa lajang sedangkan Deta Lestari masih harus menunggu hingga tahun depan. Filosuf Jawa melarang adanya dua pernikahan yang dilakukan di tahun yang sama terlebih Deta dan Deti adalah anak kembar.
"Harus melompati bulan Muharram. Kalau pasangan kita tahu, dia bisa membedakan. Tidak mungkin akan tertukar," kata Deti.
Editor: Achmad Syukron Fadillah