Cegah Kemacetan Arus Mudik, Dishub Pasang Rambu Belok Kiri Jalan Terus

Kuntadi ยท Senin, 27 Mei 2019 - 19:10 WIB
Cegah Kemacetan Arus Mudik, Dishub Pasang Rambu Belok Kiri Jalan Terus
Petugas Dinas Perhubungan Kulonprogo memasang rambu lalu lintas di sejumlah ruas jalan. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kulonprogo memasang 40 rambu tambahan di sejumlah ruas jalan baik di jalur nasional, jalur alternatif maupun jalan ke objek wisata.

Kepala Dishub Kulonprogo, Bowo L Pristianto mengatakan, pemasangan rambu tambahan ini untuk mengurangi risiko kemacetan selama arus mudik Lebaran. Selain itu untuk memberikan penunjuk arah di jalur alternaif maupun di jalan menuju ke obyek wisata.

“Kita juga pasang beberapa spanduk imbauan untuk berhati-hati dalam berlalulintas. Ada sekitar 40 rambu yang kita pasang dan akan terus ditambah,” kata Bowo L Pristianto, Senin (27/5/2019).

Selain menambah rambu lalu lintas, kata dia, Dinas Perhubungan juga mengubah beberapa jalan menuju ke tengah kota. Di antaranya rambu kiri jalan terus yang sebelumnya berhenti di traffic light.

Seperti di Simpang Tiga Toyan arah Wates, Simpang Tiga Terminal Wates arah Purworejo, dan juga di Simpang Tiga Siluwok, serta di Simpang Empat Sentolo. “Dulu di tempat ini rambunya merah berhenti, sekarang kiri boleh jalan terus,” ucapnya. 

Kabid Lalu Lintas Hera Suwanto mengatakan, mulai saat ini sudah ada peningkatan volume kendaraan meskipun arus mudik masih akan dimulai dua hari ini. Untuk mengurangi kemacetan di simpang empat, inilah dilakukan rekayasa kiri jalan terus.

Selain itu juga dipasang rambu penunjuk arah menuju ke sejumlah objek wisata yang kerap dijubeli pengunjung saat liburan. Seperti ke arah Objek Wisata Kalibiru, Kedung Pedut ataupun ke Pule Payung.

Pengguna jalan, Jati Asmoro mengapresiasi dengan adanya penambahan jalur dan rekayasa lalu lintas. Hal ini sangat diperlukan untuk memudahkan pengguna jalan, apalagi dengan konsep kiri jalan terus akan mampu memecah kemacetan. “Kalau mengandalkan google map, jalurnya kadang lebih berbahaya. Ini akan lebih diminati,” katanya. 


Editor : Kastolani Marzuki