Cegah Penyakit Sejak Kecil, 69.000 Pelajar SD di Bantul Diimunisasi

Kuntadi ยท Rabu, 16 September 2020 - 14:26 WIB
Cegah Penyakit Sejak Kecil, 69.000 Pelajar SD di Bantul Diimunisasi
Salah satu pelajar SD di Bantul mendapatkan imunisasi. (Foto: istimewa)

BANTUL, iNews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul akan melaksanakan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (Bias) dengan menyasar sekitar 69.000 anak-anak sekolah dasar (SD). Imunisasi ini akan dilaksanakan mulai bulan ini sampai dengan akhir tahun secara bertahap.

“Totalnya sekitar 69.000 siswa dari 437 SD sederajat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharjo dalam pencanangan Bias di SD Negeri Segoroyoso, Desa Segoroyoso, Kecamatan Pleret, Bantul, Rabu (16/9/2020).

Bulan imunisasi ini akan menyasar seluruh pelajar SD. Imunisasi yang diberikan meliputi campak rubella dan HPV yang dilaksanakan mulai bulan September-Oktober dan bulan November-Desember untuk imunisasi DT dan TD.

“Ini merupakan upaya menurunkan angka kesakitan, kematian dan kecacatan dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi,” katanya.

Imunisasi ini sebenarnya sudah diberikan saat anak masih bayi. proses pertumbuhan menyebabkan terjadinya penurunan kekebalan kepada anak. Imunisasi ini diberikan kembali agar anak-anak memiliki kekebalan yang lebih baik.

“Saat usia sekolah ada interaksi anak dengan orang lain yang berpotensi memunculkan penyakit. Makanya dicegah dengan pemberian imunisasi pada anak sekolah,” katanya.

Selama pemberian imunisasi juga dilakukan penjaringan kesehatan untuk mendeteksi secara dini masalah kesehatan anak. Di samping itu juga dilakukan penilaian perkembangan kesehatan anak usia sekolah. Seluruh kegiatan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Kegiatan ini telah disepakati bersama dengan melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga serta Kementerian Agama. Tidak ada penolakan dari siswa dan orang tua terhadap imunisasi ini.

Bupati Bantul Suharsono mengatakan, pelaksanaan Bias tahun ini menjadi tantangan tersendiri karena dilaksanakan dalam masa pandemi Covid-19. Selama pelaksanaan harus disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Tujuan imunisasi ini untuk untuk memberikan perlindungan kepada anak. Saya pesan protokol kesehatan harus diterapkan,” kata Suharsono.


Editor : Kuntadi Kuntadi