Cegah Penyebaran Covid-19, Bupati: Jangan Sampai Berkembang dari Bantul, kan Saya Malu

Antara ยท Kamis, 23 Juli 2020 - 14:37 WIB
Cegah Penyebaran Covid-19, Bupati: Jangan Sampai Berkembang dari Bantul, kan Saya Malu
Bupati Bantul Suharsono sosialisasikan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 terhadap pedagang Pasar Bantul (Foto: Antara/Hery Sidik)

BANTUL, iNews.id - Bupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Suharsono menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan kepada para pedagang yang berjualan di Pasar Bantul. Dia mengimbau jangan sampai ada ledakan kasus Covid-19 di Bantul.

"Saya tadi turun ke pasar-pasar di tempat kerumunan para pedagang, kebetulan momennya pas 'pasaran' Kamis Kliwon. Jadi banyak pedagang, pembeli, ada kerumunan dalam kegiatan peningkatan perekonomian," kata Suharsono di Pasar Bantul, Kamis (23/7/2020).

Dalam sosialisasi protokol kesehatan, Suharsono juga membagikan masker kain kepada pedagang atau pengunjung pasar yang kedapatan tidak memakai. Dia mengingat aktivitas di pasar tidak terlepas dari kerumunan dan interaksi dengan orang lain sehingga masker itu penting.

"Saya sebagai kepala daerah mengingatkan semua, baik pedagang maupun pembeli harus mengikuti protokol kesehatan menghadapi adaptasi kebiasaan baru, dengan memakai masker, pola hidup bersih, jaga jarak, untuk menghindari, jangan sampai pandemi Covid-19 malah berkembang di Bantul," katanya.

Menurutnya, sosialisasi protokol kesehatan penting agar wabah Covid-19 tidak berkembang. Suharsono mengaku malu jika kasus Covid-19 di Bantul justru akan meningkat.

"Jadi, saya harus mempertahankannya mulai dari Bantul, saya turun langsung jangan sampai nanti berkembang (kasus Covid-19) dari Bantul, kan saya malu. Jadi saya akan mempertahankan, setelah ini saya akan agendakan sosialisasi ke tempat-tempat wisata," katanya.

Apalagi, kata dia, di tempat-tempat wisata Bantul sudah dibuka untuk wisatawan dengan mengikuti protokol kesehatan. Untuk memastikan pelaku wisata mematuhi adaptasi kebiasaan baru perlu dilakukan monitoring sekaligus sosialisasi oleh pemerintah.

"Ke tempat wisata saya sudah terjun langsung saat olahraga, sudah ramai, saya langsung mengingatkan pedagang untuk mengikuti protokol kesehatan. Jadi nanti di tempat ramai, misal pondok pesantren juga akan saya monitor langsung," katanya.


Editor : Nani Suherni