Cegah Stunting, Pemerintah Lakukan Intervensi Gizi

Ainun Najib ยท Rabu, 13 Oktober 2021 - 21:43:00 WIB
 Cegah Stunting, Pemerintah Lakukan Intervensi Gizi
Anggota Komisi IX DPR Sukamto saat memberikan sambutan pada Sosialisasi program Bangga Kencana di Wonosari, Gunungkidul. (Foto : Istimewa)

GUNUNGKIDUL, iNews,id – Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk mencegah stunting. Salah satu upaya yang dilakukan dengan melakukan intervensi gizi kepada ibu hamil, balita hingga remaja putri.

Plh Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana  Nasional (BKKBN) DIY Rohdhiana Sumariati mengatakan,  intervensi dilakukan di semua siklus, mulai dari pra nikah yakni memberikan pembekalan bagaimana hidup berkeluarga yang terencana, intervensi ke janin bayi, anak remaja  hingga edukasi kepada keluarga.

“Kalau dulu BKKBN hanya nguplek-uplek soal KB. Namun sekarang berbeda. Kami juga melakukan pembekalan kepada keluarga bekerjasama dengan Kemenang, Muslimat, Anshor dan lain sebagainya,” ujarnya Sosialisasi Advokasi KIE Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja di Pendopo Kelurahan Wonosari, Gunungkidul, Rabu (13/10/2021).

Langkah yang dilakukan ini untuk menciptakan keluarga sehat, mencegah stunting pada bayi. “Untuk mencegah stunting  kami juga melalui intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif bagi ibu hamil untuk membantu ibu hamil, bayi, dan remaja putri," katanya.

Intervensi gizi ini antara lain dengan memebrikan makanan tambahan, pemberian tablet tambah darah untuk ibu hamil vitamin A, imunisasi dasar lengkap balita dan sebagainya. "Upaya-upaya ini butuh dukungan semua pihak. Kami tidak bisa sendiri,” ujarnya.

Anggota Komisi IX DPR RI Sukamto mengatakan, penguatan terhadap keluarga sangat penting. Ini tidak hanya soal keuangan, namun bagaimana menjadikan anak-anak yang berkualitas. “Kesejahteraan keluarga penting. Kami berterimakasih BKKBN konsen terhadao masalah ini utamanya kesehatan keluarga,” ujar anggota dari DPR Dapil DIY ini.

Sukamto juga mengingatkan pentingnya peran ibu dalam mendidik anak. “Ingat sumber ketenyraman keluarga adalah ibu. Peran ibu juga mempengareuhi erhasil atau tidaknya pendidikan anak,” kata anggota FPKB ini.

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan, untuk membentuk keluarga harus terencana. Dengan perencanaan maka diharapkan keluarga akan semakin baik. “Kalau dulu dua anak cukup,sekarang dua anak cukup dan  juga sehat,”  ujar pensiunan perwira TNI AD ini.

Editor : Ainun Najib

Bagikan Artikel: