Dampak Musim Kemarau, 8 Kecamatan di Bantul DIY Dilanda Kekeringan

Kuntadi ยท Kamis, 20 Juni 2019 - 16:42 WIB
Dampak Musim Kemarau, 8 Kecamatan di Bantul DIY Dilanda Kekeringan
Penyaluran bantuan dropping air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan di salah satu daerah di DIY. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

BANTUL, iNews.id - Kekeringan melanda sejumlah daerah di Kabupaten Bantul, DIY, akibat dampak musim kemarau. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, terdapat 8 dari 17 Kecamatan yang saat ini mengalami kesulitan air bersih.

Kepala Pelaksana BPBD Bantul Dwi Daryanto mengatakan, delapan kecamatan ini meliputi, Piyungan, Pleret, Imogiri, Dlingo, Pundong, Pajangan, Kasihan dan Kecamatan Pendek. Namun dampak kekeringan hanya terjadi di beberapa desa saja, yang memang sudah menjadi langganan musibah tersebut.

“Sebenarnya kecamatan ini sudah langganan kekeringan karena terjadi setiap tahun. Namun bukan semua desa dalam satu kecamatan itu, hanya beberapa saja,” ujar Dwi, Kamis (20/6/2019).

Dia mengungkapkan, BPBD fokus membantu dengan melaksanakan dropping air bersih. Bahkan pembagian ini telah dimulai sejak Mei, saat bulan puasa lalu. Beberapa desa yang mendapat bantuan dropping air bersih yakni Desa Segoroyoso, Pandak, Dlingo dan Desa Terong.

“Sejak bulan puasa lalu kami sudah dropping air bersih sesuai dengan permintaan warga. Namun kini jumlah permintaannya terus bertambah,” katanya.

Disinggung mengenai anggaran, Dwi mengaku hanya memiliki dana cadangan sekitar Rp40 juta. Tetapi dalam praktik di lapangan, dropping air bersih tidak selalu menggunakan dana APBD. Banyak perusahaan juga yang mengalokasikan dana Corporate Social Responcibility (CSR) untuk bantuan distribusi air bersih. Selain itu, ada sejumlah organisasi yang turut peduli dengan membantu penyaluran kebutuhan air bersih.

“Namun setiap bantuan ini tetap harus koordinasi dengan BPBD agar bantuan tidak tumpang tindih,” tuturnya.

Diketahui, setiap musim kemarau, sejumlah kabupaten di DIY kerap dilanda kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih. Salah satu wilayah terparah yakni Kabupaten Gunungkidul dan Kulonprogo. Namun sama seperti di Bantul, distribusi bantuan juga terus dilakukan.


Editor : Donald Karouw