Densus 88 Kembali Tangkap Terduga Teroris di Berbah Sleman

Priyo Setyawan ยท Minggu, 04 Oktober 2020 - 09:40:00 WIB
Densus 88 Kembali Tangkap Terduga Teroris di Berbah Sleman
Ilustrasi Densus 88 Anti-Teror (foto: ist)

SLEMAN, iNews.id - Densus 88 Anti Teror (AT) Mabes Polri, kembali menangkap terduga teroris yang tinggal di wilayah Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Terduga teroris itu diketahui berinisial H (32).

H bertempat tinggal di rumah kontrakan Dusun Lojisari RT 8 RW 22, Tegaltirto, Berbah, Kabupaten Slemann. Sebelumnya Densus 88 AT Mabes Polri, juga mengamankan terduga teroris berinisial BY (32) warga Mojopuro, Sumberlawang, Sragen, yang tinggal di rumah kontrakan Blok F No 4 Perumahan Tirtabuana, Cepor, Sendangtirto, Berbah, Sleman, Rabu (30/9/2020).

Sebagai tindalanjutnya Densus 88 AT Mabes Polri melakukan pengeledahan rumah tersebut, Sabtu (3/10/2020) malam. Dari informasi penggeledahan berlangsung selama empat jam lebih, yaitu dari pukul 17.00 WIB hingga pukul 21.30 WIB.

Saat penggeledahan, pengurus RW setempat diminta menjadi saksi. Selama penggeledahan lokasi sekitar ditutup dan dijaga aparat kepolisian baik yang berseragam maupun berpakaian sipil. Petugas mengamankan beberapa barang elektronik dari rumah itu.

Ketua RW 22, Lojsari, Tegaltirto, Berbag, Sleman, Hidron Darsono mengatakan, sebelum melakukan pengeledahan Densus 88 AT Mabes Polri mengamankan H terlebih dahulu. Hidron mengaku tidak mengetahui H ditangkap dimana.

"Tadi petugas memeriksa ruangan rumah itu, dalam pegeladahan itu petugas mengamakan beberapa barang elekronik, seperti hanphone dan laptop serta buku-buku," kata Hidron, Minggu (4/10/2020).

H bukan penduduk asli di tempat itu melainkan pendatang dari Jawa Timur. Mengontrak rumah itu sudah tiga tahun. Dia tinggal bersama istri dan tiga anaknya yang masih kecil-kecil. Warga sendiri tidak mengenal sosok H.
"Dalam kesehariannya, banyak warga yang tidak mengetahui, termasuk pekerjaannya," ucapnya.

Kapolres Sleman, AKBP Anton Firmanto mengatakan, untuk penangkapan dan penggeledahan rumah itu, pihaknya hanya membantu pengamanan. Untuk detailnya Densus 88 AT Mabes Polri yang mengetahui.

"Kami hanya membackup pengamanan saja," katanya.


Editor : Nani Suherni