get app
inews
Aa Text
Read Next : Warung Makan di Bantul Gratiskan Makanan bagi Mahasiswa Korban Bencana Sumatera

Dibuat di Bantul, Patung Perunggu Habibie akan Dipasang di Gorontalo

Minggu, 25 November 2018 - 15:13:00 WIB
Dibuat di Bantul, Patung Perunggu Habibie akan Dipasang di Gorontalo
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (kanan) mengecek proses pembuatan patung di Bantul, Yogyakarta. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

BANTUL, iNews.id – Pemerintah Provinsi Gorontalo akan mengabadikan sosok Presiden Ketiga Republik Indonesia (RI) BJ Habibie dalam sebuah patung perunggu setinggi tujuh meter. Patung ini dibuat oleh dua pematung asal Yogyakarta, Lotse Lambert Daniel Morin dan Soewardi, di Guwosari, Pajangan, Bantul. Diharapkan sebelum akhir tahun patung yang dibuat dengan biaya Rp1,7 miliar ini sudah bisa terpasang di perempatan Isimu, Gorontalo. 


Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie mengatakan, pembuatan patung ini untuk lebih mengenalkan sosok Habibie agar dikenal oleh generasi yang akan datang.

“Awalnya banyak orang bertanya Habibie itu orang Pare-pare atau Gorontalo. Namun, oleh Pak Habibie dipastikan jika dia lahir di Pare-Pare tetapi dia orang Gorontalo. Di Pare-Pare sudah ada patungnya dan kami di Gorontalo juga akan membuat ini,” kata Rusli di sela kunjungan kerja melihat proses pembuatan patung di Pajangan Bantul, Sabtu (24/11/2018).

Menurutnya, niat mengabadikan sosok Habibie lewat patung sudah disampaikan kepada yang bersangkutan dan keluarga besarnya. Targetnya sebelum akhir tahun, patung Habibie dengan memegang pesawat sudah terpasang dan diresmikan. “Kami ingin mengingatkan kepada generasi muda, Habibie itu orang Gorontalo yang sukses mengembangkan pesawat,” ujarnya.

Rusli berkata, Sejarah tidak bisa melupakan jasa Habibie. Sebelum menjadi presiden, Habibie telah lebih dulu menekuni industri pesawat terbang. Dari menangani Nurtanio sampai dengan IPTN seperti saat ini.   

Di Gorontalo, jasa Habibie juga masih terwujud dengan didirikan sekolah Cendekia untuk mencetak generasi cerdas. Sekolah yang terbuka untuk publik ini mampu menghasilkan lulusan yang masuk di perguruan tinggi negeri di Indonesia tanpa tes. Semua pelajar tidak dibebani tetapi semua ditanggung oleh pemerintah.

“Patung presiden Soekarno itu juga banyak terpasang dan dijadikan nama bandara. Kami ingin Habibie juga dikenang,” ujarnya.

Pembuat patung Lutse Lambert mengatakan, pembuatan patung ini membutuhkan waktu sekitar enam bulan. Sejak bulan Juni mereka mulai mengerjakan patung setinggi tujuh meter dengan berat antara tiga sampai empat ton itu.

Proses pembuatannya dilakukan oleh dua pematung yang didukung tiga pembantu pematung dan belasan tukang cor logam. “Target kami pertengah Desember sudah terpasang di sana,” ucap Lutse.

Saat ini proses pembuatan patung sudah sekitar 60-75 persen. Sisanya yakni proses pemasangan dan finishing di lokasi. Saat ini proses finishing tengah dikebut agar bisa selesai dan dipotong kembali menjadi tiga bagian untuk dikirim menggunakan peti kemas.

“Ada tiga atau empat tahapan pembuatan. Dari model, cetak mengubah dengan viber. Baru dicetak dengan cor logam dan finishing,” ucapnya.

Editor: Himas Puspito Putra

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut