Dongkrak Ekonomi, Kegiatan Kampus di DIY Diusulkan Buka Bertahap

Agregasi Harianjogja ยท Minggu, 26 Juli 2020 - 13:00 WIB
Dongkrak Ekonomi, Kegiatan Kampus di DIY Diusulkan Buka Bertahap
Suasana Jalan Malioboro pada Sabtu (27/6/2020) malam yang alami peningkatan volume kendaraan. (Foto: Harian Jogja/Catur Dwi Janati)

YOGYAKARTA, iNews.id - Sektor pendidikan menjadi penyumbang besar perekonomian di Daerah Istimewa Yogyakarta sejalan dengan pariwisata. Sejumlah pihak mulai mengusulkan pentingnya pemerintah daerah untuk duduk bersama dengan para pimpinan perguruan tinggi agar kegiatan kampus bisa dibuka secara bertahap.

Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana mengatakan sektor pariwisata dan pendidikan dalam hal ini perguruan tinggi menjadi penopang sekitar 60 persen ekonomi di DIY. Insan perguruan tinggi, terutama para pimpinannya harus diajak berembug untuk bisa membantu mengatasi persoalan ini. Mengingat kedatangan mahasiswa ke Jogja sangat memberikan efek ekonomi yang luar biasa.

"Kami mendorong aktivitas kampus bisa berjalan secara bertahap tetapi aman, ini perlu dibicarakan. Menurut saya penting bagi Pemda DIY untuk segera mengajak bicara rektor-rektor perguruan tinggi. Setelah pembicaraan bisa dipilah mana hal yang bisa difasilitasi daerah mana yang jadi tanggungjawab kampus,” kata Huda di Kompleks Taru Martani, Sabtu (25/7/2020).

Huda menilai jika memungkinkan ada insentif atau subsidi untuk pelaksanaan rapid test bagi mahasiswa yang akan masuk ke Jogja sehingga tidak memberatkan.

Sementara itu, Sekretaris Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Y Sri Susilo sepakat pembukaan sektor pendidikan secara bertahap. Meski sebenarnya hal itu masih perlu didiskusikan lebih jauh.

Dia memprediksi di 2021 saja masih ada kemungkinan kegiatan kampus belum bisa secara offline. Sehingga, Sri menyarankan agar Pemda DIY untuk segera merangkul pimpinan perguruan tinggi untuk membahas wacana ini.

“Kampus rata-rata siap ketika diajak diskusi tentang ini, karena ketika dibuka perlahan akan menggeliatkan ekonomi, selama ini sekitar kampus sangat terdampak ada warung makan, laundry dan banyak UMKM lainnya berhenti karena kampus tidak ada kegiatan,” kata Dosen UAJY ini.

Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Setda DIY Ni Made Dwi Panti mengatakan saat ini yang sudah mulai dibuka perlahan yakni sektor pariwisata. Sementara, sektor pendidikan tentu bisa didiskusikan lebih lanjut.
Ni Made Dwi Panti menuturkan, di sektor wisata saja selama ini masih banyak yang tidak mengindahkan protokol kesehatan. Evaluasi ini juga penting untuk langkah pembukaan sektor lainnya.

“Kadang-kadang wisatawan tak refleks untuk segera cuci tangan padahal tersedia wastafel. Memang susah. Budaya baru tidak mudah. Budaya berabad-abad saja sulit pertahankan. Perlu dukungan dari semua pihak,” ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Harianjogja.com dengan judul "Kegiatan Kampus Diusulkan Dibuka Bertahap untuk Mendongkrak Ekonomi"


Editor : Nani Suherni