Dorong Indonesia Maju, Grab Bike Kampanyekan Antingaret di 8 Kota Besar

Kuntadi ยท Jumat, 09 Agustus 2019 - 01:10 WIB
Dorong Indonesia Maju, Grab Bike Kampanyekan Antingaret di 8 Kota Besar
Grab Bike menggelar kampanye Antingaret di delapan kota besar di Indonesia, salah satunya di Yogyakarta. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

SLEMAN, iNews.id – Aplikasi transportasi online, Grab Bike menggelar kampanye Antingaret di delapan kota besar di Indonesia yang banyak terjadi kemacetan. Kampanye ini untuk menciptakan kebiasan masyarakat lebih tepat waktu agar produktivitas meningkat.

Selama ini, ngaret identik dengan datang terlambat dan tidak tepat waktu. Molor dan jam yang ditentukan seolah sudah menjadi budaya yang melekat di Indonesia. Kemacetan kerap dituding sebagai penyebab dan alasan yang menjadikan sesorang datang terlambat. Hal inilah menyebabkan berkurangnya produktivitas.

“Kami menghadirkan kampanye #AntiNgaret di delapan kota besar di Indonesia untuk meningkatkan produktivitas masyarakat Indonesia dan mendukung para pejuang #AntiNgaret,” kata Senior Manager 2 Wheel Indonesia, Grabike, Michael Dwi Putra dalam kampanye Antingaret di Yogyakarta, Kamis (8/8/2019).

Kampanye ini dilaksanakan di delapan kota besar di Indonesia yang kerap diwarnai dengan kemacetan. Yakni di Semarang, Yogyakarta, Medan, Bandung, Makassar, Surabaya, Palembang dan Jakarta.

GrabBike ingin mendukung para pejuang Antingaret. Hal ini diwujudkan dengan ketepatan waktu penjemputan dan jumlah armada yang memadai. 

“Kami mendorong Indonesia maju dengan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menciptakan akses kepada layanan harian berkualitas tinggi dan juga aman,” katanya.

City Manager 2-Wheel Yogyakarta, Grab Indonesia, Habdillah Anuraga, mengatakan Yogyakata dipilih sebagai lokasi karena menduduki urutan ketiga kota dengan kemacetan di Indonesia. Grab Bike memberikan lima kemudahan bagi para pejuang Antingaret untuk datang tepat waktu.

Yakni lebih 5 juta titik jemput untuk penjemputan lebih akurat, Venues untuk mendapatkan panduan visual menuju titik jemput terdekat,  “Alamat Tersimpan” untuk pemesanan lebih cepat, Pesan Suara dan Foto dari GrabChat untuk komunikasi lebih cepat, dan Layanan GrabNow untuk kecepatan mendapatkan pengemudi.

“Selama ini yang kerap dipakai adalah GrabNow, dengan memasukkan kode aplikasi pengemudi,” ucapnya.   

Habdillah mengatakan, Grab memiliki lebih dari 90 orang tim pemetaan di Indonesia  untuk membangun point of interest (POI) dan titik hijau sebagai lokasi penjemputan untuk memudahkan proses perjalanan mitra pengemudi dan penumpang Grab.

Dengan demikian, rute yang diarahkan juga lebih efisien dan estimasi waktu tiba menjadi lebih akurat dan akan menambah ketepatan waktu.

Di Indonesia, Grab telah beroperasi di 224 kota dari Sabang hingga Merauke. Hasil penelitian Riset Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics, Grab telah berkontribusi sebesar 48,9 triliun rupiah bagi perekonomian Indonesia di tahun 2018. Selain transportasi, bisnis layanan pesan-antar makanan GrabFood juga berkembang pesat di Indonesia, beroperasi di 178 kota di Indonesia dengan volume pengiriman tumbuh hampir 10 kali lipat pada tahun 2018.

Sosiolog dan Peneliti Independen, Bayu A Yulianto mengatakan, ngaret telah menjadi kebiasaan yang sulit untuk ditinggalkan. Hal ini berdampak pada produktivitas bisa terganggu.

“Masyarakat sebetulnya bisa memanfaatkan transportasi online sebagai armada pendukung mereka dalam mencapai tempat tujuan dengan nyaman dan cepat,” katanya.

 


Editor : Kastolani Marzuki