DPRD DIY Desak Penyelesaian Jalan Penghubung Jembatan Handayani Dituntaskan

Kuntadi ยท Kamis, 02 Juli 2020 - 16:11 WIB
DPRD DIY Desak Penyelesaian Jalan Penghubung Jembatan Handayani Dituntaskan
Komisi C DPRD DIY sidak Jembatan Handayani di Gunungkidul. Foto : kuntadi/iNews.id

GUNUNGKIDUL, iNews.idJembatan Handayani yang menghubungkan Kabupaten Sleman dan Gunungkidul belum bisa dimanfaatkan secara optimal. Jembatan ini sudah dibangun tiga tahun lalu, namun akses jalan penghubung belum tuntas.

“Ini harus diselesaikan agar ada dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat,” kata Ketua Komisi C DPRD DIY, Harwanto saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) pembangunan jalan, tembus Prambanan (Sleman)- Playen (Gunungkidul), Kamis (2/7/2020.

Jembatan tersebut memiliki peran yang sangat vital bagi perkembangan ekonomi wilayah. Jalur ini akan terhubung dengan exit tol Yogya-Solo di wilayah Prambanan. Perlu ada studi membuat rest area untuk meningkatkan ekonomi warga.

“Ini harus diselesaikan, kalau perlu dengan danais (dana keistimewaan),” ujarnya.

Kepala Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Energi dan Sumber Daya Manusia (PU ESDM) Bambang Ghoib mengatakan, pembangunan jembatan ini menjadi bagian dari rencana pengembangan jalur konektivitas antarkawasan strategis pariwisata nasional di Prambanan. Jembatan sudah dibangun pada 2017 dan jalan pendekat di kedua sisinya sudah dilakukan.

“Pemkab Sleman dan Gunungkidul sudah membebaskan lahan dan dibangun jalan pendekat,” katanya.

Jalur antara Prambanan sampai Jembatan Handayani, panjangnya mencapai 9,1 kilometer. Saat ini studi kelayakan sudah selesai dikerjakan. Sedangkan studi lingkungan sudah itu terlaksana di tahun 2018 dan 2019.

“Pemkab Sleman tahun ini akan mengawali proses pengadaan tanah atau penyusunan dokumen perencanaan pengadaan tanah. Untuk konstruksinya direncanakan 2022 dan 2023,” katanya.

Sedangkan pengadaan lahan ruas Lemah Abang-Tawang di wilayah Gunungkidul telah selesai 2019 kemarin. Pembangunan fisiknya sudah diusulkan di tahun 2021 disesuaikan dengan kemampuan daerah.


Editor : Kuntadi Kuntadi