Fasilitas Publik Dihentikan, Menkumham Sebut Pemkot Tangerang Arogan

Gunanto Farhan ยท Rabu, 17 Juli 2019 - 16:33 WIB
Fasilitas Publik Dihentikan, Menkumham Sebut Pemkot Tangerang Arogan
Menkumham Yasonna Laoly saat memberikan keterangan pers terkait sengketa lahan dengan Pemkot tangerang di Yogyakarta. (Foto: iNews.id/Gunanto Farhan)

YOGYAKARTA, iNews.id - Perselisihan antara Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly dengan Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah terus berlanjut.

Menkumham mengatakan, tujuan pelaporan terhadap Arief Wismansyah ke polisi adalah untuk diuji di depan hukum siapa yang benar dalam kasus segketa tanah tersebut. Yasonna bahkan juga menyebut Pemkot Tangerang arogan.

Pernyataan terkait peselisihan dengan Wali Kota Tangerang itu disampaikan Yasonna Laoly di Yogyakarta, Rabu (17/7/2019).

Menurut Yasonna, seharusnya tidak boleh ada arogansi dari Pemkot Tangerang yang melupakan tugasnya untuk memberikan pelayanan publik.

Arogansi tersebut seperti menghentikan lampu jalan, padahal lampu jalan tersebut sudah dibayar rakyat, termasuk kantor kementeriannya di wilayah Tangerang. “Kita nggak boleh ada arogansi. Nanti ada prosesnya ya,” katanya.

Selain itu, sampah juga dibiarkan menumpuk yang seharusnya juga menjadi tugas dan tanggung jawab kepala daerah yaitu wali kota. Yasonna juga menilai Wali Kota Tangerang telah menghilangkan hak publik.

Perselisihan antara Wali Kota Tangerang dan Menkumham berawal dari saling sindir yang akhirnya bebuntut panjang. Pemkot Tangerang, bahkan memutus fasilitas kantor Kemenkumham di Tangerang, seperti penerangan jalan umum, perbaikan drainase dan pengangkutan sampah. Kemenkumham akhirnya menempuh jalur hukum dengan memolisikan Arief Wismansyah.


Editor : Kastolani Marzuki