Gawat, Stok Obat Covid-19 di Sleman Menipis
SLEMAN, iNews.id - Stok obat untuk pasien Covid-19 di Sleman berupa antivirus Favipiravir, Oseltamivir dan antibiotik Azithromycin mulai menipis. Stok yang ada tinggal 1.500 butir yang hanya cukup untuk tujuh hari ke depan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Joko Hastaryo mengatakan, kebutuhan ketiga jenis obat tersebut cukup mendesak. Dengan stok sebanyak itu hanya cukup untuk menangani 300-an pasien selama lima hari. Setiap pasien butuh sekitar lima butir.
Sedangkan untuk antibiotik hanya cukup untuk 215 pasien. Karena satu orang butuh satu butir, minimal dikonsumsi selama tujuh hari.
“Untungnya untuk Azithromycin dari Kemenkes sudah mengeluarkan edaran tidak lagi untuk pengobatan Covid-19,” katanya.
Joko mengatakan, Covid-19 tidak berdiri sendiri, tetapi ada sekunder infeksi. Di sinilah Azithromycin sangat diperlukan ketika ada infeksi lain muncul.
Menipisnya stok obat ini diharapkan tidak akan berpengaruh terhadap pelayanan bagi pasien. TNI sudah mendistribusikan obat untuk pasien yang menjalani isolasi mandiri (isoman). Dari paket obat yang dibagikan, di dalamnya terdapat antivirus oseltamivir.
“Kalau semuanya berjalan dengan baik, pasien isolasi mandiri sudah mendapatkan obat yang memadai,” katanya.
Komandan Kodim (Dandim) 0732/Sleman Letkol Inf Arief Wicaksana mengatakan, untuk paket obat isoman telah disalurkan melalui beberapa termin. Mekanismenya langsung dari pusat ke Kodim kemudian dibagikan kepada warga oleh anggota Babinsa.
“Obat disesuaikan dengan kategorinya, ada 1, 2, dan 3. Itu yang menentukan adalah tenaga kesehatan dari puskesmas,” katanya.
Untuk pendataan pasien isoman, jajaran TNI bekerja sama dengan Satgas Covid-19 hingga tingkat paling bawah. Data terbanyak ada di Kapanewon Ngaglik, Depok dan Sleman, dan paket obat isoman sudah terdistribusi di semua wilayah.
“Sejauh ini tidak ada kendala dalam pendistribusiannya,” ujarnya.
Secara akumulasi kasus Covid-19 di Sleman hingga Jumat (30/7/2021) pukul 12.30 WIB, terkonfirmasi ada 33.894. Rinciannya dirawat 6.910 kasus, sembuh 25.665 kasus dan meninggal 1.319 kasus.
Editor: Kuntadi Kuntadi