Gelar Jambore, Yastroki Ingatkan Stroke Pembunuh Nomor Satu di Indonesia
YOGYAKARTA, iNews.id - Stroke masih menjadi penyakit yang menyebabkan kematian dengan peringkat nomor satu di Indonesia. Jumlah penderita stroke dari waktu ke waktu juga semakin meningkat.
“Stroke di Indonesia sampai saat ini memang masih menjadi permasalahan utama. Angka kematian akibat stroke di Indonesia masih tertinggi dan tertinggi kedua di Dunia,” kata Ketua Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) Dr Paryono, Minggu (30/10/2022), pada Jambore Stroke Indonesia di Yogyakarta, Minggu (30/10/2022).
Yastroki menggelar jambori selama dua hari, mulai Sabtu (29/10/2022) sampai dengan Minggu (30/10/2022). Jambore ini diikuti semua unsur yang perduli dengan penyakit stroke mulai dari mantan penderita stroke, para tenaga medis dan beberapa stakheholder kesehatan lainnya berkumpul.
Pada hari pertama diisi dengan seminar tentang seluk beluk stroke dan berbagai macam di dalamnya. Sedangkan pada hari kedua, diisi dengan pawai atau karnaval stroke menyusuri sepanjang Jalan Malioboro.
“Stroke masih menjadi salah satu penyakit yang harus diwaspadai di Indonesia,” kata dokter spesialis Syaraf RSUP DR Sardjito ini.
Kasus stroke di DIY masih cukup tinggi. Apalagi Yogyakarta merupakan Kota Pensiun dengan angka harapan hidup tertinggi di Indonesia yaitu sekira 70 tahun. Oleh karenanya hal tersebut tentu berdampak pada angka penderita stroke.
“Semakin tua umur seseorang maka resiko terkena stroke akan semakin besar," ujar dia.
Jambore stroke, baru pertama kali digelar di DIY untuk mengingatkan masyarakat akan bahaya penyakit ini. Masyarakat harus mewaspadai dan melakukan upaya pencegahan.
Stroke bisa datang kapanpun dan di manapun tanpa melihat usia karena siapapun bisa terkena stroke. Karena yang penting adalah dengan pola hidup sehat dalam kesehariannya.
“Pola hidup cerdik harus diterapkan untuk mengurangi resiko stroke,” katanya.
Pengurus pusat Yastroki, Mayjen Purn dr Tugas menambahkan jambore stroke kegiatan ini sengaja dilaksanakan di DIY karena komunitas stroke di DIY dikenal paling aktif untuk berkumpul dan bertukar pikiran.
"Mantan penderita stroke yang telah sembuh sering menginspirasi kepada rekannya yang belum sembuh," kata dia.
Kegiatan ini bertujuan untuk kampanye dan mengingatkan akan bahaya stroke. Sebab angka penderita stroke di Indonesia kini sudah mencapai 14 persen. Dan berdasarkan penelitian mereka, satu dari empat orang di Indonesia beresiko terkena stroke.
Editor: Kuntadi Kuntadi