Gunung Merapi Erupsi Sore Ini, Luncurkan Awan Panas Guguran ke Kali Sat
JAKARTA, iNews.id - Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah, kembali erupsi dengan meluncurkan awan panas guguran, Jumat (5/6/2026) sore.
Berdasarkan informasi Badan Geologi yang disampaikan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), awan panas guguran terjadi pada pukul 15.24 WIB.
Peristiwa tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 49,54 mm dan durasi 132,71 detik. Namun, kondisi visual saat kejadian tidak dapat diamati secara jelas karena puncak gunung berkabut.
"Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta mematuhi rekomendasi resmi yang telah ditetapkan. Saat ini status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga," tulis BPPTKG.
Sebelumnya, berdasarkan laporan aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan pukul 06.00-12.00 WIB, BPPTKG mencatat sebanyak 29 kali gempa guguran, 10 kali gempa hybrid/fase banyak, tiga kali gempa vulkanik dangkal, dan satu kali gempa tektonik jauh.
Pada periode pengamatan tersebut juga teramati tiga kali guguran lava ke arah barat daya atau Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.
BPPTKG menyebut potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.
Sementara pada sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh maksimal 5 kilometer.
Data pemantauan juga menunjukkan suplai magma masih berlangsung sehingga dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas apa pun di kawasan yang masuk zona bahaya serta mewaspadai potensi lahar dan awan panas guguran, terutama saat terjadi hujan di sekitar Gunung Merapi.
Editor: Kastolani Marzuki