Harga Sejumlah Sembako Mulai Naik Jelang Nataru di Yogyakarta

Kuntadi ยท Rabu, 11 Desember 2019 - 12:45 WIB
Harga Sejumlah Sembako Mulai Naik Jelang Nataru di Yogyakarta
TPID DIY memantau harga dan stok sembako di Pasar Bendungan, Wates, Kulonprogo, Rabu (11/12/2019) jelang liburan natal dan tahun baru. (Foto: iNews/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan pemantauan harga sembako di sejumlah pasar di wilayah Kulonprogo, Yogyakarta, Rabu (11/12/2019). Mereka menemukan harga sejumlah sembako mengalami kenaikan jelang natal dan tahun baru (nataru) 2019.

Sejumlah sembako yang mengalami kenaikan di Kulonprogo antara lain bawang merah, cabai, bawang putih, dan beras. TPID DIY mengatakan ada kenaikan harga sembako tersebut meski tidak signifikan. Pemantauan tersebut melibatkan Pemkab Kulonprogo, kepolisian, BBPOM, Bulog, dan Bank Indonesia

“Tiga hari pantauan ini rata –rata harga landai, meski ada kenaikan tetapi tidak signifikan,” ujar Asisten II Sekda DIY Tri Saktiyana di sela memimpin pantauan harga di Pasar Bendungan Wates, Kulonprogo, Rabu (11/12/2019).

BACA JUGA: Garuda dan Sriwijaya Cerai, Jumlah Armada Pesawat untuk Nataru Turun

Seorang pedagang beras Pasar Bendungan, Sumirah mengatakan kenaikan harga beras mulai dirasakan pada bulan Desember , meski kenaikannya tidak begitu signifikan. Dia menjelaskan stok beras miliknya cukup banyak dengan harga bervariasi dari Rp8.500 sampai Rp12 ribu per kilogram.

“Desember ini mulai naik, tetapi sedikit,” katanya.

Menurutnya kenaikan harga mulai terjadi bersamaan dengan masa tanam padi di wilayah Kulonprogo. Selain itu, banyak petani yang kemarin melepas cadangan berasnya untuk modal menanam cabai.

Selain memantau harga, TPID DIY juga mengontrol ketersedian sembako di wilayah Yogyakarta. Mereka mengatakan ketersediaan bahan pokok seperti bawang, capai, beras, minyak goreng, dan daging ayam mencukupi jelang libur natal dan tahun baru.

BACA JUGA: Antisipasi Lonjakan Kendaraan saat Nataru, Menhub Tingkatkan Koordinasi

Tri Saktiyana mengatakan TPID DIY sudah melakukan komunikasi dengan Bulog. Mereka menjamin ketersediaan barang-barang khususnya beras. Setidaknya ada 40 ribu ton yang cukup untuk kebutuhan beras di lima kabupaten dalam empat bulan ke depan.

Dia meminta masyarakat untuk cerdas dalam membeli sembako sesuai kebutuhan untuk menjaga harga. “Masyarakat harus cerdas karena stok kita cukup melimpah,” katanya.

Sementara itu Supervisor Marketing PT Vinoli, Sugino mengaku kenaikan minyak goreng mulai terjadi sejak bulan November. Sebelumnya harganya sekitar Rp8.900 sampai Rp10 ribu per liter.

Saat ini menurutnya harga minyak goreng mencapai Rp11 ribu per liter baik jenis curah ataup kemasan. Dia memastikan persediaan minyak goreng cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Yogyakarta. “Kita ada 140 kiloliter, cukup untuk memenuhi kebutuhan,” ucapnya

Hari ini merupakan hari ketiga pemantauan yang dilakukan oleh TPID DIY setelah dilaksanakan di Gunungkidul dan Kota Yogyakarta. Pasokan beras dari Kutoarjo, Kulonprogo, dan Bantul dinilai masih lancar.


Editor : Rizal Bomantama