get app
inews
Aa Text
Read Next : Rekonstruksi Mayat Dalam Koper di Brebes, Begini Cara Tersangka Mutilasi Korban

Hasil Tes Psikologi Keluar, 2 Pelaku Mutilasi di Sleman dalam Kondisi Sadar

Minggu, 30 Juli 2023 - 14:23:00 WIB
Hasil Tes Psikologi Keluar, 2 Pelaku Mutilasi di Sleman dalam Kondisi Sadar
Dua pelaku mutilasi di Sleman ditangkap polisi. (foo: istimewa)

SLEMAN, iNews.id - Hasil pemeriksaan psikologi terhadap dua pelaku mutilasi di Sleman yang dilaksanakan Biro Psikologi Polda DIY sudah keluar. Polisi menyebut kedua pelaku menyayat, memotong hingga membuang potongan tubuh korban dalam kondisi sadar. 

Dirreskrimum Polda DIY, Kombes FX Endriadi mengatakan, hasil pemeriksaan psikologi terhadap kedua tersangka mutilasi mahasiswa berinisal R di Sleman sudah keluar beberapa waktu lalu. 

"Berdasarkan informasi yang didapat, kedua tersangka secara sadar melakukan perbuatan tersebut," kata Endriadi, Minggu (30/7/2023). 

Endriadi menyebut hasil pemeriksaan dari Biro Psikologi Polda DIY, mereka memutilasi korban dalam kondisi sadar. Hal itu dilakukan untuk menghilangkan barang bukti karena khawatir aksi mereka ketahuan.

Sebelum memutilasi, mereka sempat menyimpan mayat korban di dalam kamar pelaku di Triharjo, Sleman. Hal itu dilakukan karena mereka bingung usai membunuh korban.

Korban berinisial R (20), laki-laki warga Pangkalpinang, Bangka Belitung. Diduga korban korban merupakan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang sebelumnya dilaporkan hilang. 

Dua orang yang diduga pelaku telah diamankan polisi W (29) laki-laki, alamat Kajoran, Magelang dan RD (38) tahun, laki-laki, alamat Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Korban dihabisi kedua pelaku dan jasadnya dimutilasi di Sleman. Beberapa bagian tubuh korban ditemukan di Sungai Bedog dan Sungai Krasak di wilayah Sleman pada 12 Juli 2023 lalu. 

Antara korban dan pelaku berkenalan melalui media sosial. Mereka tergabung dalam sebuah group media sosial sehingga komunikasi semakin intensif. Mereka tergabung dalam komunitas yang mempunyai aktivitas tidak wajar. 

Editor: Kuntadi Kuntadi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut